Berita Bekasi

Bang Tigor Ahli Hukum yang Beralih Profesi Jadi Tukang Nasi Goreng setelah Dipecat dari KPK

Juliandi Tigor Simanjuntak, adalah mantan pegawai KPK yang terkena PHK. Kini banting setir jadi pedagang nasi goreng di Kota Bekasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Juliandi Tigor Simanjuntak, mantan pegawai KPK yang terkena PHK kini beraloh menjadi pedagang nasi goreng di Kota Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Apa yang dilakukan Juliandi Tigor Simanjuntak bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang terkena PHK.

Mantan Fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), dan akrab disapa Bang Tigor ini tak sungkan untuk banting setir secara drastis.

Baca juga: Dapat Kejutan 10.191 Tangkai Mawar dan Tas Hermes Rp 4 M, Ini yang buat Shandy Purnamasari Terharu

Jika tadinya berkutat dengan berkas, komputer, dan dokumen penting, kini Tigor justru berhubungan dengan minyak goreng dan kecap.

Sang ahli hukum KPK itu kini beralih profesi sebagai pedagang nasi goreng di Kota Bekasi, setelah terkena PHK.

Kabar ini pun juga sempat viral di beberapa media sosial, Tribunbekasi.com mencoba mengecek kebenaran tersebut.

Dan ternyata informasi itu benar, kini Tigor berjualan nasi goreng di Jalan Raya Hamka, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Tigor pun juga berkesempatan menceritakan alasannya untuk beralih profesi sementara menjadi penjual nasi goreng.

Selama pemutusan kerja dari KPK, dia mengaku memang tidak banyak kegiatan yang dilakukan.

Baca juga: Bangun Gedung Krematorium, Disperkimtan Kota Bekasi Upayakan Gratiskan Biaya Kremasi 

Selain mengisi kekosongan untuk membaca buku, nonton YouTube dan beberapa kegiatan lain, membuat dirinya merasa kurang produktif.

Lalu, dia pun berpikir untuk menciptakan bisnis baru, tercetuslah menjual nasi goreng.

"Menurut saya, nasi goreng itu pertama gampang diminati, semua orang mungkin engga ada yang engga suka nasi goreng gitu. Yang kedua, produksinya sendiri engga susah gitu," kata Tigor saat ditemui Tribunbekasi.com, Senin (11/10) malam.

Mengandalkan sebuah grobak yang berada di depan ruko, Juliandi dengan rekannya memulai bisnis kulinernya itu.

Berbekal, pengetahuan memasak dan resep-resep dari YouTube, Juliandi sendiri yang mengolah nasi goreng tersebut dibantu oleh rekannya.

Baca juga: Baim Wong Kesal pada Orang yang ‘Suka Malak’ padanya, Minta Uang Secara Memaksa

Tepat tanggal 30 Sepetember 2021 lah bisnis kulinernya ini mulai berjalan hingga saat ini.

Sesuai dengan namanya Nasi Goreng Rempah KS, Tigor ingin nasi goring racikannya memiliki cita rasa berbeda.

Paduan rempah-rempah, membuat nasi goreng recikannya itu lebih gurih.

Sementara, kata KS merupakan singkatan nama daerah sekitar yaitu Kampung Sawah.

Menurut Tigor, Kampung Sawah merupakan tempat dirinya bersama rekannya untuk berdiskusi membuat bisnis kuliner ini.

Baca juga: Serbu Pegunungan Sanggabuana Karawang, Puluhan Burung dari Jepang Ternyata Tengah Mencari Mangsa

"Mungkin di sepanjang jalan ini ada beberapa tukang nasi goreng yang kurang lebih kita sering makan gitu, nah itu ingin saya kembangkan kira-kira apa sih yang beda makanya pakai rempah," katanya.

Meski bisnisnya baru berjalan tiga minggu, Tigor mengaku setiap malam minggu dirinya mampu menjual lebih dari 30 porsi.

Tigor mengaku jika jumlah tersebut lumayan banyak mengingat bisnisnya baru berjalan beberapa minggu ini.

"Ya kalo bicara customer paling di hari Sabtu dan Minggu, kalo di hari biasa sih engga. tapi kalo di akhir pekan lumayan lah, bisa 20 hingga 30 porsi," ujarnya.

Baca juga: Punya Potensi Besar, Pemerintah Dorong Percepatan Transformasi Digital di Seluruh Aspek

Nasi goreng yang dibandrol pun juga bervariasi tergantung topingan pada menu tersebut.

Namun, untuk nasi goreng biasa dihargai Rp 10.000 untuk satu porsinya. Jam operasional dibuka pukul 18.00-22.00 WIB.

Tigor pun mengaku tak malu, walau tadinya berkutat mengurusi masalah hukum terutama terkait kasus tipikor. Menurut Tigor, justru langkah yang ia lakukan adalah sesuatu yang membanggakan, bisa merintis karier dari nol.

"Ini kan sesuatu yang menurut saya juga membanggakan jualan ya,” ujarnya.

“Engga ada sih (rasa malu), ya kita untuk menuju sesuatu kita harus ada pengorbanan gitu ya kan, mulai dari kitanya kena panas-panas, kitanya harus ke pasar dan sebagainya," ucapnya.

Baca juga: Terinspirasi Kesuksesan Angga Yunanda, Meli Lida Ingin Kembangkan Bakat di Dunia Akting

Sementara itu, eks pegawai KPK lainnya, Novel Baswedan, yang juga rekan Tigor mendukung penuh.

Hal ini dibuktikan dengan mengunjungi rekannya itu yang berjualan nasi goreng rempah di Pondok Melati, Kota Bekasi, Senin (11/10) malam.

Novel bersama keluarganya ikut mencicipi racikan nasi goreng rempah yang dibuat langsung oleh salah satu rekannya yang sempat menjabat bagian Fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) itu.

"Saya ikut memberikan support, apapun yang kita lakukan dalam koridor menjaga integritas dalam rangka kejujuran, itu hal yang luar biasa," kata Novel Baswedan ditemui Tribunbekasi.com.

Menurut Novel, kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh Tigor dalam bentuk apapun, namun didasari sifat kejujuran.

Baca juga: Gara-gara Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen CPNS, Rumah Tangga Anak Nia Daniaty Dikabarkan Retak?

Dirinya tentu akan mensupport secara langsung, apalagi keduanya ini sudah cukup akrab dan mengenal sejak lama.

"Segala hal yang dia buat, bang Tigor adalah ahli hukum punya pengalaman baik nasional maupun internasional, saya mengetahui betul kemampuan itu,” ujar Novel.

“Semoga ke depan langkah-langkahnya apapun. Bisa maju dan hebat," imbuhnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved