Breaking News:

Berita Bekasi

Imigrasi Kelas I Bekasi Deportasi 124 WNA yang Melanggar Keimigrasian Sepanjang 2021

Imigrasi Kelas I Bekasi bersikap tegas pada 124 WNA yang terbukti melanggar keimigrasian. Mereka langsung dideportasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi - Imigrasi Kelas I Bekasi mendeportasi 124 WNA karena melanggar keimigrasian. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Ratusan warga negara asing (WNA) dari berbagai negara dideportasi oleh Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi akibat melanggar aturan keimigrasian ketika tinggal di Indonesia. 

Dari ratusan WNA itu pelanggaran terbanyak yaitu melanggar izin tinggal atau overstay.

Baca juga: Ramalan Shio Anjing 14 Oktober 2021, Sulit Cari Jodoh dan Waspada dalam Mengambil Keputusan

Kepala Imigrasi Kelas 1 Non TPI Bekasi, Wahyu Hidayat mengatakan terus berkomitmen untuk menindak pelanggaran keimigrasian termasuk memberikan sanksi tegas bagi para WNA yang melanggar aturan termasuk pemberian sanksi deportasi.

"Sampai sejauh ini untuk deportasi orang asing itu ada 124 WNA, itu dari Januari 2021. Dan kebanyakan bermasalah dengan overstay," kata Wahyu Hidayat, Kamis (14/10/2021).

Diungkapkan Hidayat sapaan akrab Wahyu Hidayat jika di Bekasi baik itu Kota dan Kabupaten terdata ada sebanyak 6.000 WNA.

Mayoritas warga negara asing itu merupakan pekerja di salah satu perusahaan di Bekasi.

Baca juga: Benny Simanjuntak Minta Dhena Devanka Cari Duit, Jika Cemburu pada Jonathan Frizzy

Selain itu, dikatakan Hidayat selama pandemi ini beberapa WNA juga tidak diperkenankan untuk keluar.

Selain tidak adanya pesawat yang beroperasi, juga karena beberapa negara menutup diri dari negara lain akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini kita juga mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan visa dalam negeri yang mana orang asing tidak perlu mengambil visa untuk keluar negeri," katanya.

"Cukup dari dalam negeri. Jadi apabila kebijakan ini pun tetap terabaikan, maka langkah terakhir kita lakukan penindakan," imbuhnya.

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi juga terus melakukan pengawasan terhadap orang asing.

Baca juga: Direktur Kamtib Ditjen PAS Prihatin Masih Menemukan Benda Terlarang saat Sidak Lapas Cipinang

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadi pelanggaran dari WNA terkait keimigrasian.

"Kita terus lakukan pengawasan di masa pandemi ini, tapi dengan prokes yang berlaku," ujarnya.

"Setiap hari ada dua tim yang kita kirim untuk melakukan pengawasan. Untuk overstay di bawah 60 hari bisa bayar denda. Tapi kalau yang lebih dari 60 hari akan dideportasi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved