Berita Bekasi

Perbaikan Tanggul Tak Kunjung Selesai, Warga Pondok Gede Permai Bekasi Was-was Banjir Lagi

"Kalo udah musuh hujan gede-gede dari Cikeas kan ngirimnya air ke sini, ya itulah yang kita khawatir," kata Mulyadi

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Kondisi tanggul di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, JATIASIH --- Warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi berharap agar perbaikan tanggul di pemukimannya itu dapat segera diselesaikan.

Pasalnya tanggul yang jebol pada Februari 2021 itu, hingga saat ini tak kunjung tuntas.

Apalagi memasuki musim penghujan rembesan air kerap kali keluar dari tanggul yang sempat jebol tersebut

Ketua RT 07/10 Jatirasa, Jatiasih, Mulyadi (59) mengatakan jika Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) tepat berada di bantaran kali.

Baca juga: Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi Mulai Surut BPBD Tetap Siapkan Petugas dan Perahu Karet

Baca juga: Wilayahnya Jadi Langganan Banjir, Warga Perum Taman Narogong Indah Berharap Pemerintah Lebih Peka

Sehingga ketika musim penghujan tiba dan air kali meluap hingga membuat pemukiman wilayahnya tergenang banjir.

"Kalo udah musuh hujan gede-gede dari Cikeas kan ngirimnya air ke sini, ya itulah yang kita khawatir," kata Mulyadi, Rabu (3/11/2021).

Saat ini, dikatakan Mulyadi, tanggul yang jebol sudah ditutupi GEO bag setinggi kurang lebih 4 meter dengan panjang 60 meter.

Dia berharap, Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemerintah pusat dapat segera membuat tanggul yang telah tertutup GEO bag menjadi lebih permanen.

 

BERITA VIDEO : RUMAH PANGGUNG KEBON PALA KURANGI DAMPAK BANJIR

 

"Kalo harapan saya segera ditangani yah, kasian juga orang-orang yang rumahnya engga ada tingkat, abis semua perabotan," harapnya.

"Saya minta mohon sama pemerintah segera dipermanenkan, biar kita engga terlalu was-was banget. Biar kita hidupnya tentram aja," lanjutnya.

Sementara itu, Tarto (50) warga sekitar mengatakan jika perbaikan tanggul saat ini belum sepenuhnya selesai. Hal itulah yang juga membuat warga merasa was-was.

Apalagi beberapa hari lalu, hujan deras dan membuat debit air naik.

"Keadaan tanggul di PGP belum selesai dikerjakan yang darurat pun belum disentuh belum dimulai pekerjaan," kata Tarto.

Bahkan dua pekan lalu, tanggul sementara sempat amblas akibat tekanan air. Warga kemudian melapor ke pelaksana proyek yakni PT Adhy Karya untuk dilakukan penambalan.

"Sudah amblasnya makin nambah waktu itu kurang lebih dua minggu lalu Geobag yang ada ikut ambles penurunan, jadi kita informasi kan ke pihak terkait termasuk ke Adhy Karya yang waktu itu langsung ada tanggapan malam itu langsung ada pekerjaan ditambal," ucapnya.

Sejauh ini, tanggul sementara berupa Geobag kerap mengalami kebocoran. Kondisi tersebut membuat warga makin was-was seiring telah memasukinya musim hujan. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved