Breaking News:

Berita Nasional

Torehkan Rekor Baru, PNBP Subsektor Perikanan Tangkap KKP Kini Tembus Rp700 Miliar

Per hari ini, PNBP yang diterima mencapai Rp700 miliar. Angka tersebut melampaui capaian total PNBP pada tahun 2020 sebesar Rp643, 60 miliar.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. KKP
Ilustrasi - Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

TRIBUNBEKASI.COM — Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat rekor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam perikanan tangkap.

Plt. Sekretaris Ditjen Perikanan Tangkap, Trian Yunanda mengungkapkan, diperkirakan per hari ini, PNBP yang diterima mencapai Rp700 miliar. Angka tersebut melampaui capaian total PNBP pada tahun 2020 sebesar Rp643, 60 miliar.

Menurut Trian, peningkatan ini terjadi seiring dengan banyaknya permohonan izin perikanan tangkap yang masuk melalui sistem informasi izin layanan cepat (SILAT).

Jumlah dokumen perizinan yang diterbitkan 2.248 surat izin usaha perikanan (SIUP), 4.908 surat izin penangkapan ikan (SIPI) dan 573 surat izin kapal pengangkut ikan sejumlah (SIKPI).

Baca juga: Hingga November 2021, Laba Krakatau Steel Tembus Rp1 Triliun

Trian menambahkan, usaha perikanan tangkap terus bergeliat meski dalam situasi pandemi. Adanya perubahan regulasi dan kenaikan pungutan hasil perikanan juga tidak membuat pelaku usaha perikanan tangkap lesu.

“Awalnya memang ada penolakan terhadap kenaikan pungutan hasil perikanan. Meski demikian, KKP gencar melakukan sosialisasi dan konsultasi public,” ujar Trian di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

“(Catatan) Ini merupakan bukti keterbukaan KKP yang mau menerima masukan untuk merevisi beberapa peraturan dibantaranya harga patokan ikan dan produktivitas kapal penangkap ikan,” sambungnya.

Catatan positif juga ditorehkan Ditjen Perikanan Tangkap pada kinerja tahun 2021 untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebagai upaya penanganan dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Dijadwalkan Grand Launching April 2022, Pembangunan JIS Sudah Capai 87 Persen

Nilai tukar nelayan (NTN) mencapai angka 105,9 pada bulan November tahun 2021. Volume produksi perikanan pada triwulan III tercatat sebesar 5,80 juta ton dengan nilai produksi mencapai Rp168,2 triliun.

“Seiring perkembangan penanganan covid-19 termasuk berbagai kegiatan dan bantuan yang dilaksanakan KKP, sejak bulan Mei 2020 NTN menunjukkan tren yang meningkat kembali,” papar Trian.

Adapun program prioritas untuk PEN yang telah digulirkan antara lain 14 unit kapal penangkap ikan, 12.525 paket bantuan alat penangkapan ikan, 1.875 sertifikasi awak kapal perikanan, 76.597 fasilitasi perjanjian kerja laut bagi awak kapal perikanan, 12.896 identifikasi dan fasilitasi sertifikat hak atas tanah (SeHAT) nelayan.

Baca juga: KKP Tegaskan Kesehatan Laut Indonesia Jadi Tanggung Jawab Bersama

Selain itu juga telah dilaksanakan 32 lokasi bakti nelayan,  pengembangan 17 pelabuhan perikanan, pengembangan kampung nelayan maju di 5 lokasi, 2 paket rumah ikan, pengembangan TPI perairan darat 1 lokasi, 200 paket bantuan alat bantu usaha perikanan dan perlindungan nelayan serta fasilitasi permodalan kepada 1.588 nelayan.

“Sedangkan kegiatan prioritas melalui dana alokasi khusus kelautan dan perikanan 2021 yaitu 2.284 unit kapal laut kurang dari 5GT, 612 kapal perairan darat kurang dari 3GT, dan 24.182 alat penangkapan ikan,” ujar Trian.

“Sementara itu juga terdapat 11.550 paket sarana pendukung usaha (GPS, fish finder, lampu dan coolbox) serta pengembangan pelabuhan perikanan di 69 lokasi,” pungkasnya. (Tribunnews.com/Ismoyo)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved