Breaking News:

Berita Bekasi

Cegah Praktik Jual Beli Jabatan, Sistem Rotasi Pegawai Pemkot Bekasi Bakal Gunakan Aplikasi Digital

Diungkapkan oleh Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, jika yang pertama adanya teknologi rotasi dengan sistem teknologi digital berbasis aplikasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal mengadopsi sistem teknologi terbaru guna mencegah praktek-praktek jual beli jabatan. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal mengadopsi sistem teknologi terbaru guna mencegah praktek-praktek jual beli jabatan.

Teknologi ini memastikan jabatan di birokrasi pemerintah diduduki oleh orang-orang yang profesional dan berkompeten.

"Kami juga memberikan solusi ada dua teknologi dari Pemprov Jabar yang akan diadopsi di Pemkot Bekasi," kata Ridwan Kamil, Selasa (11/1/2022).

Diungkapkan oleh Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, jika yang pertama adanya teknologi rotasi dengan sistem teknologi digital berbasis aplikasi.

Baca juga: Cegah Hal-hal Negatif Soal Pelayanan Publik, Ridwan Kamil Sampaikan Saran Ini ke Pemkot Bekasi

Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tersangka Kasus Suap Proyek Berkode Sumbangan Masjid

Artinya dengan penerapan sistem ini, tidak ada sistem lelang jabatan, hal inilah yang sudah diterapkan di Pemrov Jawa Barat.

"Dengan sistem komputer ya yang membuat Jawa Barat satu-satunya unit institusi negara yang jabatan itu tidak perlu lelang saking objektifnya sistem teknologi itu. Itu bisa memutus potensi jual beli jabatan," katanya.

Dengan menerapkan teknologi rotasi-mutasi-promosi dengan sistem yang sangat objektif itu, maka dikatakan orang nomor satu di Jawa Barat itu, jika penilaian seorang ASN dapat dilihat dari banyak sisi mulai pendidikan, kompetensi, kinerja, perilaku hingga integritasnya.

"Intinya, pada saat kalo di ceramahin ngak mempan kita kunci, intergritas itu melalui teknologi yang siapapun gubernur, Wali kotanya, tidak bisa melakukan hal hal yang diluar teknologi, sehingga tidak ada like dislike, sehingga tidak keluar dari teknologi," ujarnya.

BERITA VIDEO : SEKOLAH DI KARAWANG AMBRUK

Selain itu juga ada program Ruang Lingkup Pola Kerja Team of Team's yang merupakan batas-batas individu dalam kelompok maupun kelompok dalam pemberian penugasan.

Dari penentuan ini team yang diberikan penugasan dapat mengidentifikasi sejauh mana team tersebut mendapatkan penugasan sesuai lingkup agilty-nya.

"Kedua kita sudah memulai di jawa barat juga di mana eselon 4 nya sudah dilebur menjadi fungsional  sehingga yang terjadi aadlah birokrasi berdasarkan kegiatan ya. Jadi orang dinas perhubungan bisa aja ngurusin covid kan, orang dinas pendidikan ngurusin covid. Nah itu, yang pasti di masa depan akan dipraktekan di Bekasi," katanya.

Kang Emil juga menyampaikan ditangan Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto diharapkan disisa jabatannya ini, Kota Bekasi menjadi lebih baik.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Wilayah Jawa Barat Masih Aman Terkendali dari Bahaya Omicron, Ini Faktanya

Apalagi Kang Emil menyebut jika ekonomi di Kota Bekasi sudah cukup baik, sehingga dengan sistem birokrasi yang baru ini dapat perjalanan dengan baik.

"Nanti akan saya bimbing langsung, saya kawal langsung dari Bandung dan saya akan sering mampir juga untuk memastikan apa yang saya sampaikan reformasi birokrasi dilaksanakan baik oleh jajaran Pemkot Bekasi," ucapnya.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved