Breaking News:

Berita Jakarta

Kasus Omicron Meningkat, Epidemiolog UI Usulkan Aturan Baru Terkait PTM 100 Persen di DKI

Menurut Tri Yunis Miko Wahyono, jika DKI Jakarta kini berstatus PPKM Level 2 seharusnya regulasi PTM kapasitas 100 persen pun harus ada aturan baru.

Tribunnews.com
Ilustrasi - Covid-19 varian Omicron. 

TRIBUNBEKASI.COM — Tri Yunis Miko Wahyono, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait untuk mempertimbangkan keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kapasitas 100 persen di DKI Jakarta 

Menurut Tri Yunis Miko Wahyono, jika DKI Jakarta saat ini sudah berstatus PPKM Level 2 seharusnya regulasi tentang PTM kapasitas 100 persen pun harus ada aturan baru.

"Jadi, menurut saya sih karena aturannya memang begitu ya,  tapi kemudian, Depok aja minta tunda, kemudian Bogor juga minta tunda karena dia turun ke PPKM level 2. Jadi menurut saya Jakarta harusnya mikir," ucap Miko kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Apalagi, kata Tri Yunis Miko Wahyono, saat ini angka kasus Covid-19 varian Omicron terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Kasus Virus Corona Varian Omicron Terus Melonjak, Menkes Imbau Masyarakat untuk Tidak Panik

"Iya itu yang atur PPKM-nya saya rasa salah ya, pemerintah level 2 dan level 1 tidak ada pembatasan dalam tatap muka begitu atau sekolah," tambah Miko.

Tri Yunis Miko Wahyono menambahkan, dengan adanya SKB 4 Menteri itu sebenarnya bagus, sebab proses belajar di sekolah secara langsung dapat dilakukan kembali.

"Betul, jadi SKB 4 Menteri itu benar-bener mau menghidupkan sekolah, cuman tidak mikir. Sebenernya 100 persen bisa, dengan giliran jadi misalnya 3 jam, jadi yang pertama untuk 50 persen pertama, atau 3 jam kedua ya untuk yang sesi berikut 50 persen yang kedua," jelas dia.

Sebagai informasi, Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radjagah mengatakan meski varian virus Covid-19 Omicron semakin meningkat, kegiatan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas kapasitas 100 persen tetap berlanjut hingga sampai hari ini.

Baca juga: Ratusan Warga Krukut Jalani Tes Swab PCR dan Antigen, Hasilnya 10 Orang Positif Terpapar Omicron

"Untuk saat ini belum ada evaluasi untuk dihentikan PTM 100 persen," ucap Taga kepada wartawan, Senin (10/1/22).

Lanjutnya, kata dia, acuan PTM 100 persen ini akan dihentikan berdasarkan status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Ibu Kota.

"Untuk PTM kita kan regulasi masih pakai SKB dan kalau PPKM masih level 2 kita masih melaksanakan 100 persen. Namun jika bergerak ke level 3, maka ada di Dinkes dan di SKB Menteri langsung dibuat kebijakan baru," jelas dia.

Menurut Taga, kebijakan baru tersebut nantinya hanya menampung 50 persen seperti saat PTM dilaksanakan di 2021.

Baca juga: Pelajar SMA/SMK di Karawang Kembali Mulai PTM, Bupati Cellica Peringatkan untuk Tidak Tawuran

"Hanya 50 persen, dan juga pembelajaran seperti yang waktu itu 2021," tambahnya.

Ia juga menjelaskan hingga pada saat ini di Ibu Kota di berlakukan PPKM level 2, PTM kapasitas 100 persen masih boleh dilaksanakan.

"Kalau jika Kemenkes berikan rekomendasi bahwa ini udah akan level 3 ya kita akan segera menyesuaikan. Karena di SKBnya masih boleh. Level 1 atau 2 PTMnya 100 persen," tutupnya.

Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved