Berita Kriminal

Kasus OTK Aniaya Ketua KNPI, Sekjen Partai Bulan Bintang: Premanisme Tidak Dapat Dibenarkan

Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor mengecam penyerangan dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap Ketum KNIP Haris Pertama

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi: Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor mengecam penyerangan dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap Ketum KNIP Haris Pertama. 

TRIBUNBEKASI.COM - Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor mengecam tindakan penyerangan dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), terhadap Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

“Segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan. Saya Sekjen PBB mengecam dan mengutuk keras perbuatan yang dilakukan sekelompok orang yang telah melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap Ketum KNPI Haris Pertama,” tegas sekjen yang akrab disapa Ferry ini melalui pesan singkatnya.

Ferry minta agar pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus itu, agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

Penyelidikan diminta tidak hanya pada orang-orang yang melakukan penganiayaan tapi juga aktor intelektualnya.

“Kepolisian harus segera mencari para pelaku dan ditindak tegas. Cara-cara premanisme seperti tersebut tidak dapat dibenarkan dalam sistem hukum di Indonesia, sebab Indonesia negara demokrasi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Haris diserang ketika baru tiba di RM Garuda Cikini.

Begitu keluar dari mobil, dia diserang lebih dari tiga orang dengan cara dipukuli dengan batu dan benda tumpul lainnya, kemudian kabur dengan sepeda motor.

Diduga Haris sudah diikuti para pelaku sejak dari rumah. Haris langsung melapor ke Polsek Menteng untuk buat laporan sekaligus untuk visum.

Akan tetapi sampai di polsek, menurut informasi yang beredar di grup WhatsApp, polisi yang bertugas sedikit lambat tangani laporan Haris dan malah menyuruh untuk duduk dulu.

Sehingga akhirnya, Haris langsung pergi ke IGD RSCM Kencana untuk penanganan medis, karena penganiayaan ia alami itu membuat pelipis dan kepalanya sobek dan harus di jahit.

Di IGD RSCM Kencana, Haris ditangani dokter spesialis.

Haris adalah pelapor kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ferdinand Hutahaean, dan pada Selasa (22/2/2022).

Ia dijadwalkan hadir sebagai saksi pelapor di Pengadilan Negeri (PN) Jakpus.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved