Perang Rusia Ukraina

Cyril Tak Terselamatkan Meski Para Dokter Berusaha Keras

Anak-anak menjadi korban dalam operasi militer Rusia di Ukraina, meninggalkan kesedihan mendalam bagi orangtuanya.

Penulis: AC Pinkan Ulaan | Editor: AC Pinkan Ulaan
Google map
Banyak anak-anak menjadi korban dalam serangan Rusia ke kota Mariupol. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Seorang pria tergopoh-gopoh masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) di kota Mariupol, Ukraina, dengan wajah sangat panik.

Di tangannya dia membopong seorang anak kecil yang terbalut selimut berwarna biru muda.

Di belakang pria itu mengikuti seorang perempuan dengan wajah tak kalah panik. Air mata mengalir deras di wajahnya.

Foto Fedor dan Marina berusaha menyelamatkan putra mereka, Cyril yang baru berusia 18 bulan, viral di dunia maya. Banyak warganet mengutuk aksi militer Rusia saat melihat foto ini.
Foto Fedor dan Marina berusaha menyelamatkan putra mereka, Cyril yang baru berusia 18 bulan, viral di dunia maya. Banyak warganet mengutuk aksi militer Rusia saat melihat foto ini. (Twitter)

 

Adegan itu terekam dalam sebuah foto yang kemudian beredar di dunia maya pada Minggu (6/3), dan banyak mendapat komentar dan emoji sedih dari warganet di seluruh dunia.

Sebagaimana diwartakan harian Polandia Fakt, bocah yang dibopong itu kemudian diketahui bernama Cyril, usianya baru sekitar 1,5 tahun.

Sementara pria yang membopongnya adalah sang ayah, Fedor, dan perempuan yang menyusul Fedor sambil menangis adalah Marina, istri Fedor dan ibu Cyril.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/3), ketika kota Mariupol dibombardir artileri oleh tentara Rusia. Salah satunya menyasar ke tubuh Cyril

Para dokter dan tenaga medis di rumah sakit itu berusaha keras menyelamatkan nyawa bocah itu, namun apa daya, dia tak terselematkan.

Semua orang yang terlibat dalam upaya menyelamatkan Cyril itu diberitakan sangat sedih karena tak berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut, tapi mereka tak bisa lama-lama larut dalam kesedihan karena ada pasien-pasien lain yang datang dan harus diselamatkan.

Biar Putin melihat

Sayangnya, para dokter dan tenaga medis itu berkali-kali harus jatuh dalam kesedihan karena tak bisa menyelamatkan pasien yang datang.

Maklum, banyak pasien terluka sangat parah akibat terkena artileri berat, sementara perlengkapan medis dan obat semakin terbatas karena Mariupol sudah berhari-hari dikepung tentara Rusia.

Sebelum Cyril, para dokter juga tak bisa menyelamatkan nyawa seorang anak perempuan berusia 6 tahun, yang terluka sangat parah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved