Ramadan

Ibu Hamil yang Ingin Tetap Berpuasa Ramadan, Perhatikan Penjelasan Dokter Berikut Ini

Dokter Spesialis Kandungan dan dan Kebidanan, dr Muhammad Fadli SpOG mengatakan tidak mengapa ibu hamil berpuasa. Namun ada yang perlu diperhatikan.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com
Ilustrasi - Seorang ibu hamil. 

TRIBUNBEKASI.COM — Agama Islam memberikan sejumlah keringanan bagi umatnya untuk tidak mengerjakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Pada kondisi tertentu, ada beberapa orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Setelahnya bisa digantikan di hari lain atau dengan membayar fidyah. 

Beberapa orang yang diperbolehkan meninggalkan ibadah puasa Ramadan adalah ibu hami dan menyusui.

Meski telah diberikan keringanan dalam menjalankan puasa, sebagian ibu yang tengah mengandung tetap memutuskan untuk berpuasa. 

Di sisi lain banyak kemunculan atau kekhawatiran puasa saat hamil. Diantaranya seperti berdampak pada perkembangan janin, bayi lebih kecil, atau sebagainya. 

Baca juga: Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan Rambut dan Kulit, Ini Kata Dokter

Lantas bolehkah ibu hami menjalankan puasa?

Dokter Spesialis Kandungan dan dan Kebidanan, dr Muhammad Fadli SpOG mengatakan bahwa tidak mengapa ibu hamil melakukan puasa. 

Hal ini disampaikan dalam berbagai penelitian. Dengan syarat, kondisi ibu dalam kondisi sehat dan nutrisi tercukupi. Puasa tidak akan berdampak pada perubahan janin atau watu persalinan.

Namun ada pula yang mengatakan risiko bayi akan terlahir kecil jika berpuasa di trimester pertama. Banyak penelitian yang membolehkan berpuasa saat hamil. 

Oleh karenanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu hamil saat akan berpuasa. Pertama, selama berpuasa tubuh terhidrasi. Minimal minum sebanyak 2-2,5 liter perhari. 

Baca juga: Dianggap Mengganggu Kamtibmas, Kapolda Perintahkan Tindak Tegas Industri Mercon

"Kalau kurang cairan dapar berdampak pada volume cairan ketuban dan memicu kontraksi," ungkapnya pada acara Virtual Media Briefing Bamed, Kamis (31/3/2022).

Kedua, ibu hamil yang berpuasa diwajibkan untuk lupa sahur. Lalu konsumsi karbohidrat kompleks dengan tinggi protein. 

Ketiga, hindari konsumsi kafein dan makanan terlalu manis. Mengonsumsi gula secara cepat dapat menurunkan kadar gula. Akibatnya tubuh mudah merasa lemas. 

Keempat, jangan stres usahakan selalu beraktivitas di dalam rumah. Untuk tips tambahan, saat sahur dan berbuka pastikan makanan bergizi. 

Di sisi lain, dr Fadli wajib mengetahui tanda bahaya pada ibu hamil. Di antaranya seperti terjadi pendarahan, mual dan muntah. 

Baca juga: Jadi Lawan Main Video Syur di OnlyFans, Kekasih Dea Diperiksa Jumat

Selain itu terjadi penurunan gerakan janin, pandangan kabur, nyeri kepala, letih dan tidak terdapat kenaikan berat badan. Buang air kecil hanya sedikit dan bewarna pekat.

"Saran saya, pada pertengahan bulan puasa, mungkin bisa melakukan pemeriksan kandungan untuk mengetahui dan menilai berat badan janin sesuai usia kehamilan. Apakah air ketuban baik-baik saja, begitu pun dengan kondisi bayi," kata dr Fadli menambahkan.

Selama ibu dinyatakan sehat oleh dokter, maka ibu hamil diperbolehkan puasa. Asalkan sahur dan berbuka tetap memenuhi kebutuhan nutrisi. (Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved