Layanan Pengiriman Platform e-Commerce di Indonesia, Bagaimana Persepsi Konsumen? Ini Hasil Risetnya
Ipsos, melakukan survei mengenai persepsi konsumen terhadap pelayanan pengiriman oleh sejumlah e-Commerce di Indonesia.
TRIBUNBEKASI.COM - Banyak pertimbangan konsumen dalam memilih platform e-commerce saar belanja online.
Selain kualitas dan harga produk, promosi, pilihan metode pembayaran, customer service, dan rating/review toko, juga tak kalah penting.
Namun kali ini, pelayanan pengiriman platform e-commerce di Indonesia pun jadi bahan riset bagi Ipsos.
Perusahaan riset pasar atau market research global ini melakukan survei online pada 12–21 Januari 2022.
Yakni melibatkan 1.051 responden pengguna layanan digital berusia 18 tahun ke atas. yang merupakan pengguna internet secara regular (minimal akses internet dua jam dalam sehari)
Ipsos pun mengumumkan hasil survei terbarunya terkait persepsi konsumen terhadap layanan pengiriman pada platform e-commerce di Indonesia.
Survei ini juga diadakan secara tatap muka, pada bulan Januari 2022, dengan melibatkan 1.051 responden yang tersebar di 15 kota besar di Indonesia.
Tidak hanya itu, di sisi lain mayoritas konsumen juga menilai produk yang ditawarkan, atau dijual di e-commerce.
Salah satunya Tokopedia, aplikasi jual beli yang memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya.
Lalu bagaimana hasil survey Ipsos tersebut?
Layanan Pengiriman
Sama halnya dengan kualitas produk, layanan pengiriman juga pengaruhi keputusan konsumen dalam memilih e-commerce.
Layanan pengiriman cakup durasi pengiriman, variasi atau pilihan jasa pengiriman atau kurir, serta fitur pelacak atau tracking pengiriman.
Ketiga hal tersebut sangat berkaitan satu sama lain dan penting bagi pengalaman berbelanja serta kepuasan konsumen. Dengan hasil survei sebagai berikut:
Durasi pengiriman:
Mayoritas responden (52 persen) mengakui Tokopedia sebagai e-commerce dengan layanan pengiriman tercepat.
Shopee berada di urutan kedua (45 persen), lalu Lazada 43 persen, OLX 40 persen, dan Bukalapak diurutan kelima sebesar 30 persen.
Variasi layanan pengiriman:
Tokopedia unggul dibandingkan e-commerce lainnya.
Sebanyak 33 persen responden menilai Tokopedia menawarkan pilihan layanan pengiriman lebih banyak.
Posisi kedua ditempati oleh Shopee dengan persentase 28 persen, kemudian disusul Lazada (26 persen) di urutan ketiga, Blibli (25 persen) keempat, dan OLX (20 persen) kelima.
Fitur pelacakan/tracking: 29 persen responden menilai Tokopedia memiliki fitur pelacak pengiriman atau orderan yang informatif.
Pada urutan kedua, Shopee (18 persen), Lazada 16 persen, Bukalapak dan Blibli 11 persen.
"Layanan pengiriman merupakan hal yang krusial karena sangat berpengaruh terhadap pengalaman belanja dan tingkat kepuasan konsumen." ujar Lioni Halim, Research Director Brand Health Tracking Ipsos in Indonesia kepada awak media, Senin (18/4/2022).
"Banyaknya pilihan jasa pengiriman yang disediakan akan memberikan kepuasan tertentu bagi konsumen. Terlebih lagi ketika layanan pengiriman tersebut baik, cepat, dan mudah dilacak."
"Dari hasil survei ini, dapat disimpulkan layanan pengiriman Tokopedia unggul dibandingkan merek e-commerce lainnya, " paparnya.
Kualitas Produk
Kualitas produk tentu menjadi faktor penting dalam kepuasan konsumen.
Ketika konsumen kecewa dengan kualitas produk yang dibeli, nantinya akan berpotensi beralih kepada pilihan toko online lainnya, bahkan mungkin e-commerce pesaing.
Oleh karena itu, penting bagi platform e-commerce untuk memerhatikan kualitas produk yang tersedia.
Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa mayoritas konsumen (74 persen) menilai produk-produk yang tersedia atau dijual di Tokopedia memiliki kualitas yang paling baik.
Diikuti oleh Shopee dan Lazada yang memiliki persentase yang sama, yaitu 63 persen, lalu Bukalapak 50 persen, dan OLX 40 persen.
Lebih lanjut, pada survei ini diketahui media sosial milik Shopee (54 persen) paling populer di kalangan pengguna e-commerce.
Lalu popularitas posisi kedua diduduki oleh media sosial Lazada 41 persen, kemudian disusul Tokopedia 40 persen, Bukalapak 21 persen, dan Blibli 29 persen.
(TribunBekasi.com/BAS)