Covid19

Gejala Covid-19 Langka Terhadap Anak, Peneliti Hematologi MCRI Temukan Ini

Gejala Covid-19 langka terhadap anak ditemukan Peneliti Hematologi Murdoch Childrens Research Institute (MCRI) di Melbourne, Australia.

Editor: Panji Baskhara
Shutterstock/creativeneko via Kompas.com
Ilustrasi: Gejala Covid-19 langka terhadap anak ditemukan Peneliti Hematologi Murdoch Childrens Research Institute (MCRI) di Melbourne, Australia. 

TRIBUNBEKASI.COM - Bulan-bulan awal kemunculan Covid-19, sejumlah dokter dibingungkan dengan gejala yang langka dan parah yang dialami sejumlah anak.

Beberapa anak mengalami sakit paru-paru, pembekuan darah, bahkan kerusakan jantung.

Dilansir The Guardian, dua tahun kemudian, para peneliti dipimpin Murdoch Childrens Research Institute (MCRI) di Melbourne, Australia temukan adanya protein yang terlibat dalam respons inflamasi akut pada anak-anak tersebut.

Peneliti Hematologi MCRI Conor McCafferty mengatakan sampel darah diambil dari 33 anak yang terkena sindrom inflamasi multisistem atau sindrom gangguan pernapasan akut setelah mereka tertular Covid-19.

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Indra Sinaga Mengaku Berupaya Keras Bertahan Hidup

Baca juga: Penyaluran Vaksinasi Covid-19 Booster di Wilayah Tangerang Raya Lebih dari 300 Ribu Orang

Baca juga: Apa Penyebab Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Booster di Posko Mudik Tanjung Pura Sepi Peminat?

Sampel darah ini dibandingkan dengan sampel dari 20 anak sehat.

Anak-anak dengan Covid-19 yang mengembangkan sindrom inflamasi multisistem sering mengalami demam, sakit perut, muntah, ruam kulit, penyakit jantung, atau konjungtivitis.

Anak-anak yang alami sindrom gangguan pernapasan akut dapat berujung kerusakan organ karena kekurangan oksigen dalam darah.

"Apa yang kami lakukan adalah mencoba melihat semua protein dalam darah mereka," kata McCafferty.

Ilustrasi: Covid-19 pada anak (Freepik)

 

 

"Jadi banyak orang mendengar tentang genomik, yang melihat semua gen dalam tubuh."

"Kami melakukan proteomik, yaitu mencoba melihat semua protein dalam darah sehingga kami dapat mencoba dan memetakan apa yang terjadi."

Mereka menemukan anak-anak yang terkena sindrom tersebut mengandung protein spesifik dalam darah mereka yang tidak ada pada anak-anak yang sehat.

"Penelitian kami adalah yang pertama mengungkap pembekuan darah spesifik dan jalur protein kekebalan yang berdampak pada anak-anak dengan Covid-19 yang mengembangkan gejala serius ini," kata McCafferty.

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal, Nature Communications, pada hari Senin (2/5/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved