Berita Nasional

Tegaskan Wabah PMK Hewan Ternak Tak Berbahaya Bagi Manusia, Polisi: Gak Usah Panik!

Brigjen Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa hewan ternak yang terinfeksi PMK masih bisa disembuhkan.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Desy Selviany
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM — Aparat kepolisian meminta masyarakat agar tidak panik dengan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Sebab, penyakit tersebut tak berbahaya bagi manusia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan pihaknya telah meminta jajarannya aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan.

"Melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak terjadi kepanikan. Penyakit mulut dan kuku hewan ternak tersebut tidak berbahaya ke manusia dan demikian kepada pemilik hewan ternak agar tidak terjadi panic selling," kata Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Brigjen Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa hewan ternak yang terinfeksi PMK masih bisa disembuhkan.

Pemerintah juga telah menyediakan obat-obatan untuk mengobati hewan yang terinfeksi penyakit tersebut.

Baca juga: DKPPP Kota Bekasi Maksimalkan Penyuluhan Antisipasi Kasus Penyakit Mulut dan Kuku

Baca juga: Ayah dan Ibunya Dihina, El Rumi Bakal Hajar Winson Reynaldi di Ring Tinju

Baca juga: KKN di Desa Penari Capai 4 Juta Penonton, Sandiaga Uno: Ini Bentuk Nyata Kebangkitan Industri Film

Sebaliknya, kata dia, pihaknya juga berencana memusnahkan hewan ternak yang sudah tidak bisa lagi diselamatkan karena terinfeksi PMK.

Hal tersebut bertujuan untuk menutup penyebaran wabah PMK semakin meluas.

"Terhadap yang layak dikonsumsi harus dilakukan pemotongan paksa dan yang tidak layak dikonsumsi harus dimusnahkan," ungkap dia.

Hingga kini, ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan jumlah hewan yang terinfeksi PMK. Pendataan tersebut berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Ramadhan menuturkan pihaknya juga telah membuat surat arahan kepada seluruh jajaran Polda untuk membantu Dinas Pertanian daerah untuk membantu pengendalian wabah penyebaran penyakit PMK hewan ternak.

"Melakukan rapat koordinasi bersama kementrian pertanian dan stekholder terkait untuk melakukan pendataan, yaitu mendata terkait dengan penyebaran terkait PMK. Pendataan hewan ternak yang terinfeksi virus PMK," pungkas dia. (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved