Viral Medsos

Polisi Sebut Kasus Motor Ojol Mendadak Diangkut Sekuriti Lippo Cikarang yang Viral Sudah Selesai

Beredar video viral di media sosial (Medsos) merekam motor milik pengemudi ojek online diangkut sekuriti Lippo Cikarang.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Beredar video viral di media sosial (Medsos) merekam motor milik pengemudi ojek online diangkut oleh sejumlah sekuriti Lippo Cikarang. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG - Beredar video viral di media sosial (Medsos) merekam motor milik pengemudi ojek online diangkut.

Diketahui, pengangkutan motor ojol ke mobil bak putih tersebut dilakukan oleh sejumlah sekuriti Lippo Cikarang.

Dalam video tersebut, driver ojek online dan sejumlah sekuriti terlihat berbincang, diduga tengah berkomunikasi terkait motor yang diangkut tersebut.

Narasi yang dituliskan, sekuriti tersebut mengangkut sepeda motor tanpa bersosialisasi terlebih dahulu ke pemilik.

Baca juga: Percepat Agenda Transformasi Digital Nasional, Ini yang Dilakukan Kemenkominfo RI

Baca juga: Google Proyeksikan Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh USD140 Miliar di Tahun 2025

Baca juga: Masyarakat Karawang Diimbau Mengadu ke Kapolres bila Menemukan Minyak Goreng Curah di atas Rp14.000

Netizen pun protes kegiatan yang dilakukan oleh sekuriti dikarenakan bertindak seperti aparat penegak hukum.

"Zaman sekarang sekuriti setara sama Satpol PP, belum ada sosialisasi main angkut aja," tulis narasi dalam video tersebut, Selasa (24/5/2022).

Merespons kejadian itu, Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Satirin membenarkan kejadian tersebut.

Kejadian viral tersebut pun dikatakannya sudah dan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sudah selesai (kasus)," singkat Satirin.

Satirin juga berikan sebuah video berupa klasifikasi antara kedua belah pihak yang saling terlibat.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan penertiban lantaran adanya komplain dari pihak komersil.

Pihak ojol diwakilkan oleh seseorang bernama Cepi, sedangkan pihak sekuriti diwakilkan oleh Korlap Sekuriti Lippo Cikarang bernama Umar.

"Mengapa kami angkat (motor)? Karena kami tunggu 10 menit untuk pemilik tidak kunjung datang,"

"jadi baru kami naikkan satu unit motor, lalu pengemudi motor datang," kata Umar melalui video klasifikasi.

Umar mengatakan hanya memberikan edukasi terkait larangan parkir di area tersebut.

Setelah mengecek keabsahan dan kepemilikan kendaraan, dia pun memastikan langsung menyerahkan motor itu kembali.

"Terkait adanya isu penebusan sebesar Rp500 ribu itu tidak betul," tuturnya.

(TribunBekasi.com/ABS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved