Berita Jakarta

Dishub Ijinkan PKL Kembali Berjualan saat HBKB di Sudirman-Thamrin

PKL itu diwajibkan terdata di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta terlebih dahulu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ichwan Chasani
Dok. TMC Polda Metro Jaya via Wartakotalive.com
Ilustrasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Jakarta. 

TRIBUNBEKASI.COM — Dinas Perhubungan DKI Jakarta bakal mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan kembali saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di ruas Jalan Raya Sudirman-Thamrin setiap hari Minggu.

Namun PKL itu diwajibkan terdata di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta terlebih dahulu.

“Untuk PKL tentu kami sudah minta kepada rekan-rekan Dinas PPKUKM untuk melakukan inventarisasi terlebih dahulu. Jadi, memperbolehkan mereka (PKL) masuk itu, setelah mereka melakukan registrasi ke Dinas PPKUKM,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo pada Kamis (26/5/2022).

Berdasarkan data yang dia peroleh, belum ada PKL yang mendaftar di Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara gratis melalui https://hbkb.jakarta.go.id.

Sambil menunggu pendaftaran para PKL, kata dia, Dinas PPKUKM akan melakukan inventarisasi pedagang yang bisa berjualan di sana.

Baca juga: Usai Ditiadakan Dua Tahun, Hari Ini Pertama Kalinya Warga Ramaikan HBKB di Jakarta

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Berkaitan HBKB, Lalu Lintas dari Bekasi Ikut Terdampak

“Registrasi dan persiapan-persiapan dilakukan, dan tentu hasil evaluasi pelaksanaan CFD minggu besok itu juga akan kami harapkan lebih baik ke depan,” ujar Syafrin.

Nantinya, kata dia, para PKL itu akan berjualan di area luar CFD. Sementara area dalam CFD hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berolahraga lari, jalan kaki maupun sepeda.

“Iya boleh, di pinggiran CFD sementara kami perbolehkan, tentu sambil dilakukan pengawasan untuk pelaksanaan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Untuk lokasi PKL, kata dia, memang sengaja tidak dilokalisir di tempat tertentu. Soalnya peserta CFD juga sudah semakin terdistribusi normal, artinya mereka tidak menumpuk hanya pada satu-dua titik saja.

“Mereka tidak lagi berpusat misalnya di dekat patung kuda (Arjuna Wijaya) atau di Bundaran HI. Tapi cenderung merata di sepanjang Sudirman-Thamrin untuk kawasan di sana, sehingga jika dilakukan lokalisir hanya di satu-dua titik ini justru bagaimana dengan penggiat CFD lainnya, misalkan di kawasan Bendungan Hilir dan sekitarnya,” jelas dia.

Baca juga: Evaluasi HBKB, Dishub DKI: Banyak Pengunjung Belum Scan QR Code PeduliLindungi

Baca juga: Sudin LH Tindak Pembakar Sampah Sembarangan dengan Denda Rp500 Ribu

Syafrin berjanji, petugas akan melakukan upaya persuasif untuk membubarkan masyarakat jika berkerumun di PKL.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang kini mulai melandai.

“Hal ini juga sebagaimana kami lakukan saat pelaksanaan HBKB pertama (Minggu, 22/5/2022) lalu. Alhamdulillah warga yang beraktivitas di kawasan HBKB, itu seluruhnya sudah ada kesadaran yang tinggi untuk mereka menjaga (prokes) tentu kolaborasi ini harus kita pertahankan dalam pelaksanaan HBKB ke depan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) dengan pola terbatas setelah vakum selama setahun lebih.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved