Berita Pendidikan

Sistem Zonasi SD di PPDB Online Kota Bekasi Bermasalah, Jarak Siswa ke Sekolah Sampai Jutaan Meter

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan kemungkinan kesalahan jarak itu terjadi ketika pendaftaran yang dilakukan orangtua siswa.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Data-data siswa yang masuk dalam seleksi sementara zonasi PPDB online Kota Bekasi jenjang masuk SD yang terdata memiliki jarak jutaan meter. 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN — Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Kota Bekasi jenjang masuk Sekolah Dasar (SD) bermasalah, jarak siswa ke sekolah pun terdata hingga jutaan meter.

Berdasarkan pantauan TribunBekasi.com melalui website PPDB Online Kota Bekasi di ppdb.bekasikota.go.id, hasil seleksi sementara, salah satunya di SDN Jatirahayu II, tercatat 71 anak atau calon siswa yang jarak rumah ke sekolah mencapai 9 juta meter.

Jika merujuk pada data tersebut, berdasarkan sistem zonasi artinya jarak siswa ke sekolah sangat tidak logis.

Jika diukur 9 juta meter tersebut dan siswa berada di Bekasi maka sekolah yang dituju berada di luar negeri, bukan lagi di Indonesia.

Meskipun data tersebut masuk dalam hasil seleksi sementara, namun jika data tersebut digunakan artinya 71 siswa yang terdata di sistem tersebut, tidak akan bisa masuk dalam zonasi PPDB online Kota Bekasi.

Baca juga: Dinkes Karawang Tegaskan Belum Ada Warga Terserang ISPA karena Polusi Udara

Baca juga: Jadwal AFF U-19 Padat, Perawatan Rumput Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Kurang Maksimal 

Baca juga: PAD dari Pertandingan Piala AFF U-19 di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Capai Rp 1,4 Miliar

Sementara itu, kasus tersebut tidak hanya menyasar ke siswa dari TK yang ingin mendaftarkan ke SD Jatirahayu II saja. Namun juga terjadi dibeberapa SD tujuan lain di Kota Bekasi, jaraknya pun diantara 1 juta meter hingga belasan juta meter.

Menanggapi sistem PPDB online Kota Bekasi jenjang masuk SD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan kemungkinan kesalahan jarak tersebut terjadi ketika pendaftaran yang dilakukan orangtua murid.

"Zonasi itu yang klik orangtua. Misalnya kamu daftar alamatnya di klik tapi dia ga liat lagi tuh, tahu tahu jaraknya dimana kan gitu," kata Inayatullah, Rabu (6/7/2022).

Diungkapkan oleh Inayatullah, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait sistem tersebut.

Namun, dirinya memastikan kesalahan yang terjadi bisa diperbaiki, sebab ada tim verifikasi yang nantinya akan melakukan pengecekan ulang dari pendaftaran yang dilakukan orang tua murid.

"Nanti kami akan cek lagi oleh operator, nanti diperbaiki atau datang ke operator sekolah yang dituju," katanya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved