Hari Raya Idul Adha

Menabung Selama Setahun, Warga Wijaya Kusuma Bagi-bagi Daging Hewan Kurban ke Masyarakat Tidak Mampu

Warga Kelurahan Wijaya Kusuma menabung ke Ketua RT 03 RW 06, Cipto Pramono selama setahun, demi bisa beli hewan kurban jenis sapi.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
Warga RT 03 RW 06 Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat tengah membagikan daging hewan kurban, yang merupakan hasil dari menabung selama setahun demi bisa membeli hewan kurban yang kemudian dagingnya dibagikan ke masyarakat tak mampu, pada Minggu (10/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Warga RT 03 RW 06 Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan daging hewan kurban.

Warga Kelurahan Wijaya Kusuma menabung ke Ketua RT 03 RW 06, Cipto Pramono selama setahun, demi bisa beli hewan kurban jenis sapi.

Setiap Minggunya, warga Kelurahan Wijaya Kusuma mengumpulkan uang sekitaran Rp 20.000 sampai dengan Rp 50.000.

Kemudian setelah mendekati Idul Adha, uang tersebut dihitung untuk dibelikan sapi hidup.

Baca juga: Belasan Ton Daging Hewan Kurban Diolah Menjadi Rendang, Ketua Relawan Siap Bergerak: Kami Bersyukur

Baca juga: IPB Pastikan Mahasiswa yang Periksa Kesehatan Hewan Kurban Telah Mendapat Pelatihan

Baca juga: Awasi Takbir Keliling dan Pencurian Hewan Kurban, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Patroli Wilayah

Lalu, setelah dipotong dagingnya diberikan kepada warga dan jamaah musalah Raudhatul Jannah.

Menurutnya, ada sekira 40 jamaah yang menabung selama satu tahun demi membeli sapi limosin seharga ratusan juta rupiah.

"Kemudian kita juga ada kambing dua ekor yang dipotong," ujarnya Minggu (10/7/2022).

Menurutnya, pembagian daging kurban ini tidak menggunakan kupon, tapi panitia dari musalah Raudhatul Jannah mendata warganya.

Ada sekira 100 warga di RW06 yang mendapat jatah daging sapi atau kambing dan 50 jamaah dari musalah.

"Satu bungkus ada yang satu kilogram, ada juga yang dapat setengah kilogram," tegasnya.

Ia berharap, kegiatan kurban ini bisa digelar tanpa ada protokol kesehatan seperti sebelum adanya Covid-19.

Sebab, sudah dua tahun ini proses pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

Ia juga berharap, Pemerintah Kota atau Provinsi bisa memberikan hewan kurban baik sapi maupun kambing.

Sehingga, warga tak harus was-was setiap tahunnya karena sudah mendapat kepastian bantuan hewan kurban.

"Semoga dari pemerintah ada bantuan barang kali bisa tahun depan ada bantuan ke kami," tuturnya.

(Wartakotalive.com/M26)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved