Berita Karawang

Tangkal Radikalisme dan Intoleransi, Kemenag Karawang Lakukan Penguatan Moderasi Beragama

Kementerian Agama wilayah Karawang melakukan kegiatan penguatan moderasi beragama (PMB) dan wawasan kebangsaan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Fauxels
Kementerian Agama wilayah Karawang melakukan kegiatan penguatan moderasi beragama (PMB) dan wawasan kebangsaan kepada para guru madrasah dan penyuluh agama Islam non PNS se-Kabupaten Karawang, Sabtu (16/7/2022). Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG -- Kementerian Agama (Kemenag) Karawang melakukan penguatan moderasi beragama (PMB) dan wawasan kebangsaan kepada para guru madrasah dan penyuluh agama Islam non PNS se-Kabupaten Karawang.

Kegiatan yang dilakukan oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Karawang bertujuan untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.

Kasie Bimas Kemenag Karawang Yakub Lubis Alpauji mengatakan, kegiatan penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan ini diselenggarakan sejalan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 93 Tahun 2022, tentang Pedoman Penyelenggaraan Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas para ASN dalam pemahaman PMB, dan mewujudkan ASN yang moderat serta memiliki wawasan kebangsaan yang luas, serta cakap dalam mengamalkan atau implementasinya di masyarakat.

“Ini sebagai upaya tangkal radikalisme dan intoleransi," kata Yakub.

Materinya

Yakub menambahkan, sejumlah materi disiapkan dalam kegiatan ini. Misalnya materi sketsa kehidupan keberagaman di Indonesia, dan penyelarasan relasi agama dan negara yang dipandu oleh Kasat Binmas Polres Karawang.

Kemudian materi fenomena intoleransi, ekstrimisme, dan resolusi konflik keagamaan di Indonesia.

“Kami harapkan pemahaman keagamaan dan kenegaraan, serta nilai-nilai luhurnya, bisa diserap dan diimplementasikan oleh semua ASN di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag). Serta menghindari sikap dan perilaku intoleransi dengan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta menjadi pelopor utama Penguatan Moderasi Beragama (PMB) bagi masyarakat Karawang, ” kata Yakub.

Diamalkan

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama Karawang Dadang Ramdani mengatakan, melalui kegiatan PMB dan wawasan kebangsaan ini, dia berharap semua ASN di lingkungan Kemenag bisa semakin cakap dan luas pemahaman dan pengamalannya.

Sebab, di era digital yang super cepat saat ini, kerawanan sosial di tengah masyarakat sudah begitu kompleks, sehingga perlu hadir upaya-upaya pendekatan keberagamaan yang menjunjung nilai-nilai moderasi, untuk menjawab semua tantangan itu.

Dia berharap, mulai dari kepala KUA, kepala madrasah, dan penyuluh agama, bisa menjadi penggerak moderasi beragama di lingkungannya, dan menangkal ideologi radikalisme dan pemahaman yang tidak sejalan dengan keberagamaan dan konsensus kenegaraan.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan diserap pemahaman dan wawasannya. Dan tak kalah penting pengamalannya di lingkungan masyarakat kita,” tandas Dadang.

Sumber: Tribun bekasi
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved