Berita Bekasi

Coreng Nama Baik Pendidikan, Mas Tri Kecam Oknum Staf Perpustakaan yang Diduga Lakukan Pelecehan 

Tri Adhianto menugaskan pejabat eselon II dan III untuk lebih ketat dalam memberikan pengawasan dan pembinaan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ikut menyoroti kabar adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Staf Perpustakaan SMP di Pondok Gede, Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Diungkapkan oleh Mas Tri, sapaan Tri Adhianto, jika oknum Staf Perpustakaan tersebut terbukti melakukan pelecehan seksual, sudah pasti akan mencoreng pendidikan di Kota Bekasi. 

"Saya sangat mengecam atas tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut, karena telah mencoreng nama baik dunia pendidikan," kata Tri Adhianto, Selasa (2/8/2022).

Atas peristiwa yang terjadi ini, pihaknya telah menugaskan pejabat eselon II dan III untuk lebih ketat dalam memberikan pengawasan dan pembinaan kepada setiap perangkat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, agar tidak terjadi kejadian serupa yang dapat mencoreng nama baik Pemerintah Kota Bekasi.

"Saya harap para pejabat fungsional dapat memberikan pengawasan, pembinaan yang lebih ketat lagi, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang dapat mencoreng nama baik Pemerintahan," katanya.

Baca juga: Bebas Bersyarat, Jerinx SID Dijemput Nora Alexandra di Lapas Kerobokan 

Baca juga: Angka Covid-19 Naik, Sekda Karawang Ingatkan Pegawai Pemkab dan Masyarakat Vaksin Dosis Ketiga

Seperti diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual di sekolah kembali terjadi di Kota Bekasi.

Diduga pelakunya tak lain merupakan seorang staf sekolah tersebut. Aksi pelecehan seksual ini pun viral di media sosial.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh staf sekolah ini pun beredar di akun Instagram @menfesspondokgede.

Akun tersebut mengunggah beberapa tangkapan layar handphone yang berisikan pesan yang dikirim terduga pelaku terhadap para korban yang tak lain siswi sekolah tersebut.

Dalam unggahan akun Instagram tersebut pelaku berinisial D, mengirimkan beberapa pesan bernada mesum.

Baca juga: Dewi Perssik Sebut Perceraiannya dengan Angga Wijaya karena Ribut Masalah Uang

Baca juga: Disdik Kota Bekasi Pastikan PTM Tetap Berjalan di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19 

Tak hanya mengirimkan pesan bernada mesum, pelaku juga diduga melakukan tindakan pelecehan seksual secara fisik ke para siswi sekolah itu.

Informasi yang didapat jika pelaku merupakan Staf yang bekerja di SMP Negeri 6 Kota Bekasi.

Sementara itu, Humas SMPN 6 Kota Bekasi, Alis Maryamah membenarkan kabar yang beradar di media sosial itu, terkait dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolah.

Hanya saja, pihaknya mengaku baru mendengar keluhan yang disampaikan para korban pada Jumat (29/7/2022) beberapa waktu lalu. Itupun belum ada bukti-bukti. Dan pada Sabtu (30/7) dugaan kasus pelecehan seksual itu viral di media sosial.

"Malem minggu baru dapet kabar di IG Menfesspondokgede sudah viral seperti itu yaa, kalau disitu di katakan guru, mohon maaf itu bukan guru itu adalah tenaga administrasi yang di tugaskan di Perpustakaan seperti," kata Alis Maryamah ditemui, Senin (1/8/2022).

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Naik Rp 4.000 Per Gram, Berikut Ini Rinciannya

Baca juga: Prilly Latuconsina Dimarahi Orangtua, Gara-Gara Beli Bando Rp 13 Juta

Meskipun dugaan pelecehan seksual yang diketahui dilakukan oleh D, Staf SMPN 6 Kota Bekasi sudah viral di media sosial.

Namun, menurut Alis Maryamah hingga saat ini, belum ada korban-korban yang melaporkan atas kejadian ini.

"Justru kami kesulitan untuk mencari korban, kalau di IG kan dikatakan korban ini dengan macam-macam seperti itu, justru kita minta mana korbannya," ujarnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved