Rabu, 15 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Harga Rajungan Anjlok 80 Persen, Nelayan Karawang Menduga ini Akibat Perang Rusia-Ukraina

Para nelayan Karawang mengeluhkan harga jual rajungan yang anjlok sampai 80 persen.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Serikat Nelayan Karawang
Para nelayan Karawang mengeluhkan harga jual rajungan yang anjlok sampai 80 persen yang mereka duga akibat Perang Rusia - Ukraina. 

TRIBUNBEKASI.COM, CILAMAYA -- Perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut bukan hanya dirasakan oleh masyarakat kedua negara yang tengah berkonflik secara langsung itu, tapi juga dirasakan masyarakat dunia karena menyebabkan kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan energi.

Namun tak ada yang menduga sebelumnya bahwa para nelayan di Karawang, Jawa Barat, juga terdampak oleh perang yang sudah berlangsung sejak 24 Februari 2022 itu.

Para nelayan di Karawang ini sednag lesu karena harga rajungan turun drastis, yang diduga karena perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Pengurus Serikat Nelayan Pasir Putih, Masrukhin, menuturkan Dusun Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, menjadi salah satu lokasi penghasil rajungan terbesar di Jawa Barat.

Anjlok 80 persen

Hasil tangkapan mereka banyak, tapi harga jual rajungan saat ini jauh di bawah standar harga pasar.

“Jujur, kondisi nelayan rajungan saat ini sedang merasakan nelangsa karena harga jual rajungan yang menurun drastis, ” ujar Masrukhin, Kamis (4/8/2022).

Rajungan yang dijaring nelayan Karawang dari Laut Jawa sampai ke dekat Pulau Kalimantan dan Sumatera ini menjadi komoditas ke tiga terbesar ekspor bahari Indonesia, selain udang dan tuna.

"Penurunan harga rajungan terjadi tiga bulan terakhir ini, dan semakin ke sini semakin tidak terkendali penurunan harganya," kata Masrukhin.

Rajungan, kata Masrukhin, biasanya dijual seharga Rp 100.000-120.000 per kilogram, namun sekarang harganya hanya di kisaran Rp 20.000-25.000 per kilogram.

Tak melaut

Dia menduga turunnya harga rajungan itu karena dampak Perang Rusia – Ukraina yang berkepanjangan, yakni negara sasaran ekspor rajungan Indonesia menghentikan permintaan ekspor.

"Salah satu negara itu Amerika (Serikat) yang biasa menjadi sasaran ekspor 80 persen rajungan Indonesia setelah Udang dan tuna. Sekarang mereka tidak beli rajungan lagi dari Indonesia, termasuk juga sejumlah negara besar di Benua Eropa," kata Masrukhin.

Salah seorang nelayan, Muhamad Darto, menuturkan bahwa akibat anjloknya harga rajungan banyak nelayan yang tak pergi melaut.

Bahkan sebagian besar beralih menangkap udang atau ikan, tidak lagi rajungan. Walaupun hasil tangkapan udang dan ikan sedang mengalami penurunan juga.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved