Senin, 27 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Internasional

Ada Virus Hewan Baru Bernama Langya, Menyebar di China Timur dan Manusia Bisa Terinfeksi, Berbahaya?

Ditemukan virus hewan baru bernama Langya Henipavirus (LayV) yang teridenfikasi di China Timur, dan diketahui bisa menginfeksi manusia.

Editor: Panji Baskhara
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi: Ditemukan virus hewa baru bernama Langya Henipavirus (LayV) yang teridenfikasi di China Timur, dan diketahui bisa menginfeksi manusia. 

"Hal ini untuk memahami risiko penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan lain ke manusia," jelas Holmes.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi Penyakit Menular di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, Emily Gurley mengatakan wabah besar penyakit menular biasanya meluas setelah banyak prediksi awal yang salah.

"Jika kita secara aktif meneliti penyakit itu, maka kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk bisa menghentikan atau menemukan sesuatu lebih awal," papar Gurley.

Pengawasan rumah sakit

Tim peneliti yang mengidentifikasi LayV melakukan pemantauan pada pasien di 3 rumah sakit di provinsi Shandong dan Henan, China timur, pada periode April 2018 hingga Agustus 2021.

Peserta dimasukkan ke dalam penelitian jika mereka mengalami demam.

Tim pun mengurutkan genom LayV dari swab tenggorokan yang diambil pada pasien pertama yang diidentifikasi dengan penyakit tersebut, yakni seorang wanita berusia 53 tahun.

"Virus itu dinamai sama dengan sebuah kota tempat asalnya di Shandong, yakni Langya," kata rekan penulis sekaligus seorang Ahli Virologi di Duke–National University of Singapore Medical School di Singapura, Linfa Wang.

Selama masa penelitian, para peneliti menemukan 35 orang yang terinfeksi LayV, sebagian besar merupakan petani, dengan gejala mulai dari pneumonia berat hingga batuk.

Sebagian besar pasien mengatakan dalam kuesioner bahwa mereka telah terpapar binatang dalam waktu satu bulan setelah munculnya gejala.

Genom LayV menunjukkan bahwa virus tersebut paling dekat hubungannya dengan Mojiang henipavirus, yang pertama kali diisolasi pada tikus di sebuah tambang yang ditinggalkan di provinsi Yunnan, China selatan pada 2012.

Henipavirus termasuk dalam keluarga virus Paramyxoviridae, yang meliputi campak dan gondok.

Banyak virus pernafasan yang menginfeksi manusia, beberapa henipavirus lain telah ditemukan pada kelelawar, tikus dan mencit dari Australia hingga Korea Selatan dan China.

Namun hanya Hendra, Nipah dan LayV yang diketahui menginfeksi manusia.

Para peneliti tidak menemukan bukti kuat terkait penyebaran LayV diantara orang-orang dan tidak ada kelompok kasus pada keluarga yang sama dalam rentang waktu yang singkat atau jarak geografis yang dekat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved