Berita Internasional
Ada Virus Hewan Baru Bernama Langya, Menyebar di China Timur dan Manusia Bisa Terinfeksi, Berbahaya?
Ditemukan virus hewan baru bernama Langya Henipavirus (LayV) yang teridenfikasi di China Timur, dan diketahui bisa menginfeksi manusia.
"Dari 35 kasus, tidak ada satu pun yang terkait," kata Wang.
Asal hewan
Untuk menentukan asal hewan yang potensial memiliki virus itu, para peneliti melakukan pengujian pada kambing, anjing, babi dan sapi yang tinggal di desa-desa pasien yang terinfeksi untuk antibodi terhadap LayV.
Tidak hanya itu, mereka juga mengambil sampel jaringan serta urine dari 25 spesies hewan kecil liar untuk mencari keberadaan virus tersebut.
Para peneliti kemudian menemukan antibodi LayV pada beberapa kambing dan anjing, dan mengidentifikasi RNA virus LayV pada 27 persen dari 262 sampel tikus.
Ini menunjukkan bahwa tikus adalah reservoir untuk virus, menularkan LayV diantara hewan itu sendiri dan entah bagaimana mampun menginfeksi orang secara kebetulan," jelas Gurley.
Kendati demikian, tidak jelas bagaimana orang bisa terinfeksi di tempat pertama, 'apakah langsung dari tikus atau hewan perantara'.
"Banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana virus menyebar pada tikus dan bagaimana bisa orang terinfeksi," papar Gurley.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Menggunakan-masker-di-masa-pandemi-virus-corona-atau-Covid-19.jpg)