Minggu, 12 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Internasional

Ada Virus Hewan Baru Bernama Langya, Menyebar di China Timur dan Manusia Bisa Terinfeksi, Berbahaya?

Ditemukan virus hewan baru bernama Langya Henipavirus (LayV) yang teridenfikasi di China Timur, dan diketahui bisa menginfeksi manusia.

Editor: Panji Baskhara
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi: Ditemukan virus hewa baru bernama Langya Henipavirus (LayV) yang teridenfikasi di China Timur, dan diketahui bisa menginfeksi manusia. 

TRIBUNBEKASI.COM - Ditemukan virus hewan baru bernama Langya.

Diketahui, virus Langya tersebut bisa menginfeksi ke tubuh manusia.

Saat ini, virus Langya telah teridentifikasi di wilayah China Timur.

Namun, berbahayakah virus Langya tersebut bagi manusia yang terinfeksi?

Baca juga: Waspadai Penyebaran Virus Cacar Monyet, Dinkes Kota Bekasi Sebar Surat Edaran ke Masyarakat

Baca juga: Waduh, Polri Ungkap Satu Virus Berbahaya, Bisa Pantau Aktifitas Seseorang dari Kamera Smartphone

Baca juga: Virus Cacar Monyet Menular ketika Gejalanya Sudah Terlihat

Dikutip dari laman nature.com, Jumat (19/8/2022), virus bernama Langya Henipavirus (LayV).

Virus Langya dapat menyebabkan gejala pernafasan seperti demam, batuk dan kelelahan.

Virus Langya ini juga terkait erat dengan dua virus henipa lainnya.

Dimana virus Langya diketahui turut menginfeksi orang-orang sekitar.

Yakni virus Hendra dan virus Nipah yang menyebabkan infeksi pernafasan dan bisa berakibat fatal.

Para peneliti berpikir LayV dibawa oleh tikus yang mungkin telah menginfeksi orang secara langsung atau melalui hewan perantara.

Virus itu dijelaskan dalam New England Journal of Medicine pada 4 Agustus lalu.

Para peneliti mengatakan LayV telah menginfeksi 35 orang sejak 2018, dan tidak ada kasus yang tampaknya terkait.

Namun para ilmuwan mengatakan bahwa mereka saat ini tidak terlalu khawatir, karena virus itu tampaknya tidak menyebar secara mudah diantara orang-orang dan tidak fatal.

"Tidak perlu khawatirkan hal ini, namun pengawasan berkelanjutan sangat penting," kata Ahli Virologi Evolusioner di University of Sydney di Australia, Edward Holmes.

Ia menjelaskan bahwa penting untuk melakukan pengujian secara teratur pada manusia dan hewan terkait virus ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved