Berita Kriminal

Soal Kekerasan Seksual Putri Candrawathi, Komnas HAM Peringati LPSK Tak Campuri Tupoksi Lembaga Lain

Komnas HAM peringatkan LPSK tak campuri urusan tupoksi lembaga lain soal pengusutan dugaan pelecehan seksual dialami Putri Candrawathi oleh Brigadir J

Editor: Panji Baskhara
TikTok @revalalip
Komnas HAM peringatkan LPSK tak campuri urusan tupoksi lembaga lain soal pengusutan dugaan pelecehan seksual dialami Putri Candrawathi oleh Brigadir J Foto Kolase: istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi 

TRIBUNBEKASI.COM - Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) sempat menanggapi terkait dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.

Kini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menanggapi sikap LPSK mengenai dugaan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik memperingatkan LPSK agar tak mencampuri tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga lain.

Peringatan Ahmad itu, disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi menyebut adanya kejanggalan pada dugaan kekerasan seksual dialami Putri Candrawathi.

Baca juga: Ini Keraguan LPSK Soal Dugaan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Brigadir J Terhadap Putri Candrawathi

Baca juga: LPSK Masih Terheran-heran Soal Pengakuan Putri Candrawathi Jadi Korban Pelecehan Seksual Brigadir J

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual Dilakukan Brigadir J Terhadap Putri Candrawathi, LPSK Sebut Ada Kejanggalan

Taufan meminta agar LPSK fokus untuk menjamin keselamatan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J, bukan ikut berkomentar terhadap dugaan kasus kekerasan yang dialami Putri.

"Dia (LPSK) urus saja tupoksinya menjamin keselamatan Bharada E, jangan masuk ke tupoksi lembaga lain" ujarnya Taufan saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (5/9/2022), dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, LPSK tidak semestinya mengomentari hasil kerja lembaga lain, termasuk Komnas HAM.

Sebab, lanjut dia, Komnas HAM sudah melakukan penyelidikan dan menyimpulkan ada dugaan kuat peristiwa kekerasan seksual yang dialami Putri.

Menurutnya, kesimpulan itu pun bukan tanpa landasan ilmiah, tetapi setelah memeriksa empat saksi dan dibantu oleh dua ahli psikologi.

"Ada empat saksi dan dua ahli psikologi, itu pun kami tetap menggunakan kata 'dugaan' supaya didalami lagi dengan menggunakan ahli lain dari lembaga resmi," ucap dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved