Berita Bekasi

Antisipasi Lonjakan Inflasi Imbas Kenaikan Harga BBM, Pemkab Bekasi Siapkan Anggaran 17 Miliar

Hingga pertengahan Bulan September pemerintah daerah memiliki sisa anggaran BTT sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan hingga penghujung tahun 2022.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Angga BN    
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tengah mempersiapkan anggaran sebesar Rp17 miliar untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan inflasi imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kami sudah merancang kebijakan sesuai dengan arahan pusat untuk memanfaatkan anggaran yang dialokasikan bagi masyarakat miskin terdampak kenaikan harga BBM dan bahan pokok," kata Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, saat dikonfirmasi, Kamis (15/9/2022).

Dani Ramdan mengatakan bahwa alokasi pembiayaan sebesar Rp17 miliar tersebut bersumber dari dua mata anggaran.

Pertama, dana transfer umum dari dana alokasi khusus atau dana bagi hasil pemerintah pusat sebesar dua persen.

"Anggaran yang dialokasikan dari transfer umum ini sebesar Rp7 miliar atau dua persen dari dana bagi hasil pemerintah pusat," katanya.

Baca juga: Dani Ramdan Merotasi Kadisdik dan Kadisdukcapil Kabupaten Bekasi

Baca juga: Kebakaran di Peternakan Ayam Bekasi, 4 Ribu Anak Ayam Mati Terbakar

Baca juga: Pemkab Karawang Gelar Resepsi Pernikahan Masal 43 Pasangan Isbat Nikah

Sumber pendanaan kedua berasal dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2022 meski tidak dipakai seluruhnya.

Hingga pertengahan Bulan September pemerintah daerah memiliki sisa anggaran BTT sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan hingga penghujung tahun 2022.

"Kalau dipakai semua tidak mungkin karena sekarang menghadapi musim penghujan, biasanya ada alokasi anggaran juga untuk penanganan bencana. Kita pakai setengah atau Rp10 miliar, artinya ada Rp17 miliar untuk penanganan inflasi," katanya.

Pihaknya kini tengah menyiapkan skema penyaluran bantuan termasuk menentukan sasaran penerima bantuan yang semula diprioritaskan bagi para nelayan berupa pemberian voucher solar itu.

"Namun kemarin kami sudah diskusikan di tingkat provinsi ternyata kegiatan yang akan kami lakukan, seperti pemberian voucher BBM jenis solar untuk nelayan, kemudian bagi pengemudi ojek online dan angkutan umum sudah dicover anggaran provinsi," katanya.

Baca juga: Pagelaran Wayang Kulit Dalang Ki Daryono Klelur Meriahkan Hari Jadi ke-389 Karawang

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi Jumat 16 September 2022 di Mal Pelayanan Publik, Lotte Mart Cikarang

Baca juga: Cuaca Bekasi Jumat 16 September 2022, Siang Hingga Malam Hujan, Waspada Angin Kencang di Kabupaten

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved