Berita Bekasi
Tangan Agung Menempel di Botol Lem saat Perbaiki Sepatu Istri, Damkar pun Turun Tangan
Tugas pemadam kebakaran modern lebih ditekankan kepada menyelamatkan makhluk hidup, termasuk melepas jari warga yang menempel di botol lem power glue.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN -- Tugas pemadam kebakaran ternyata bukan hanya memadamkan kebakaran dan mengevakuasi hewan liar yang masuk ke rumah warga.
Menyelamatkan (rescue) makhluk hidup, baik manusia dan hewan, juga menjadi bagian dari tugas pemdam kebakaran modern.
Bahkan har ini personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi membantu Agung (53), yang jari tangannya menempel ke botol lem dan tidak bisa dilepas.
Warga Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, ini sedang memperbaiki sepatu istrinya dan insiden itu terjadi, sehingga dia membutuhkan bantuan dari personel Damkar.
Anggota Tim Rescue Peleton B Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Eko Uban, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin (17/10) pagi.
Bocor
"Jadi, kondisi sepatu istrinya ini rusak di bagian samping sehingga korban bermaksud mau benerin, atau ditambal sepatu istrinya menggunakan lem power glue," kata Eko Uban.
Saat hendak menuangkan lem dengan daya rekat super itu ke bagian sepatu yang akan ditambal, rupanya ada bagian botol lem yang bocor, hingga isinya tumpah ke jari tangan Agung.
Lantaran lem itu cepat mengering, satu jari Agung menempel ke botol perekat itu dan tidak bisa dilepas.
Sudah berbagai cara dilakukan untuk melepas botol itu dari jarinya, namun upayanya tak kunjung berhasil.
Akhirnya suami yang sayang istri itu meminta bantuan Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi dengan mendatangi Markas Damkar.
"Ternyata ada kebocoran di ujung botol dari lem power glue tersebut, sehingga tangan korban ini menempel ke lem power glue. Karena lem tadi muncrat hingga ke tangan korban," kata Eko Uban.
Kurang lebih 15 menit proses melepas jari dari botol lem tersebut berlangsung, dan akhirnya botol lem super rekat itu berhasil dilepas.
"Ya kami lepas secara perlahan-lahan karena perlu kehati-hatian. Karena menempel di jari itu yang menjadi kesulitan kami. Tapi alhamdulillah, berhasil kami lepaskan," tandas Eko Uban.
Kasus melepas jari dari botol lem ini memang terdengar aneh bagi masyarakat umum, tapi itu merupakan hal wajar bagi para personel damkar.