Sabtu, 11 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Berdiri di Lahan Kritis, 11 Rumah Warga di Bekasi Terancam Longsor

Dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan, dikhawatirkan debit air sungai kembali deras dan membuat tebing bantaran sungai kembali longsor.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Longsor di bantaran Sungai Cipamingkis, Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIBARUSAH — Sebanyak 11 rumah warga yang berdiri di bantaran Sungai Cipamingkis, Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, terancam terkena longsor akibat kondisi lahan kritis.

Camat Cibarusah, Muhamad Kurnaepi mengatakan, sejumlah warganya berada dalam zona tidak aman, arena bibir bantaran sungai Cipamingkis dengan rumah warga hanya tinggal beberapa meter saja.

Ia menjelaskan baru-baru ini telah terdapat satu rumah yang terdampak longsor yang berasal di Kampung Cigoong RT 03 RW 01.

"Kita sudah meninjau beberapa rumah yang kondisinya sangat kritis karena kondisi sudah sangat dekat ke tebing. Dikhawatirkan ini akan terus semakin parah karena air terus mengikis tanah yang menjadi bantaran sungai," ucap Kurnaepi saat dikonfirmasi, Jumat (21/10/2022).

Kurnaepi menjelaskan, dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan, dikhawatirkan debit air sungai kembali deras dan membuat tebing bantaran sungai kembali longsor.

BERITA VIDEO: KISAH IBU HAMIL DI CIJERUK BOGOR SELAMAT DARI HIMPITAN MATERIAL TANAH LONGSOR

Pemerintah Kecamatan Cibarusah akan melaporkan hal ini kepada Pj Bupati Bekasi serta unsur terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik. Karena hal ini bersangkutan dengan keamanan dan keselamatan masyarakat.

"Tadi kita sudah tanyakan kepada warga apakah punya lahan lain, jika punya rencananya coba kita daftarkan sebagai prioritas program Rutilahu. Akan tetapi mereka menyatakan tidak punya, karena ketentuannya dalam program Rutilahu adalah tanah atau lahan milik sendiri. Tapi semoga dari hasil laporan kepada Pj Bupati bisa mendapatkan penanganan dan solusi," tambahnya.

Kurnaepi juga mengimbau kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Cipamingkis untuk selalu berhati-hati dan waspada. Mengingat intensitas hujan beberapa waktu terakhir mulai meningkat.

Baca juga: Realisasi Capaian PAD Dinas Perikanan Karawang Baru 26 Persen

Baca juga: Naik Rp 3.000 Per Gram, Segini Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Jumat Ini, Simak Rinciannya

Dia juga mengapresiasi inisiatif warganya yang beberapa diantaranya membongkar sendiri bangunan rumahnya agar sedikit menjauh dari bantaran sungai.

"Melalui Pak RW untuk terus memberikan imbauan agar tetap waspada dan berhati-hati dengan curah hujan yang tinggi. Apabila mulai ada tanda-tanda longsor kembali mungkin bisa diimbau untuk mengungsi ke rumah saudara terlebih dahulu," katanya. 

Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu

Diberitakan sebelumnya, curah hujan tinggi mengakibatkan terjadi tanah longsor dan jalan amblas di wilayah Karawang Selatan.

Kejadian itu terjadi di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang pada, Selasa (11/10/2022) sore.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Yasin Nasrudin menjelaskan, terjadi longsor dan jalan amblas di Kp. Parakan Badak RT 005/ 002 Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru pada Selasa (11/10/2022) sekira pukul 17.30 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved