Sabtu, 16 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Dinas LH Angkut Empat Ton Sampah dari Kali Penombo

Sampah yang tersangkut di Kali Penombo merupakan sampah bawaan yang terbawa arus dari wilayah hulu, yakni Kali Cikarang.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Muspika Muaragembong berjibaku mengangkut empat ton sampah dari Kali Penombo, Muaragembong. 

"Beberapa sampah yang diangkut di sini, yang residunya kami pisahkan, kemudian kami minta langsung diangkut ke TPA. Sisanya, 1.200 anggota kami memisahkannya sendiri di rumahnya sehingga hanya yang bernilai ekonomis yang dibawa ke sini," tutur Jaenudin.

Kini, pusat daur ulang menaungi sebanyak tujuh bank sampah yang berlokasi di perumahan warga, baik di Mekarmukti maupun wilayah lainnya.

Dulang pundi-pundi rupiah

Pusat Daur Ulang (PDU) di Kampung Cibereum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berhasil mendulang pundi-pundi rupiah melalui penjualan sampah-sampah dari masyarakat.

Kepala PDU Mekarmukti, Jaenudin mengatakan sampah-sampah bernilai ekonomis tersebut dikumpulkan dari tujuh bank sampah yang terletak di perumahan masyarakat.

"Jadi awalnya kami datang ke perumahan, kemudian sosialisasi, lalu dipilih lah satu orang untuk jadi koordinator bank sampah. Warga-warga yang menjadi anggota ibaratnya nyetor sampah ke koordinator itu," ucap Jaenudin saat ditemui di lokasi, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Bupati Purwakarta Anne Ungkap Alasan Gugat Cerai Dedi Mulyadi, karena Melanggar Syariat Islam

Baca juga: Pemkab Karawang Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama Mulai Hari ini, ASN Eselon III Boleh Ikut Seleksi

Ia memahami bahwa tak adanya lokasi bank sampah menjadi permasalahan tersendiri bagi pihaknya dan koordinator pengelola bank sampah.

Alhasil, ia melakukan pengambilan sampah dengan cara mengatur jadwal dengan para koordinator sehingga ketika waktunya tiba, mereka hanya tinggal menyetorkan sampah ke pihaknya.

"Janjian dulu sama koordinatornya. Lalu ngumpul di suatu tempat, lalu dicatat siapa saja yang nyetor, jumlahnya berapa. Jadi kami enggak perlu sortir lagi karema mereka sudah kami edukasi sebelumnya," tuturnya.

Sampah tersebut kemudian dibawa ke PDU untuk dilakukan pengumpulan. Setelah itu dijual kepada pengepul, maupun pihak swasta.

PDU diketahui telah dilengkapi dengan sejumlah mesin yang digunakan untuk mengolah sampah organik maupun organik. Seperti pengepressan botol bekas maupun penggilingan sampah organik untuk pembuatan kompos.

"Alhamdulillah kami sudah jalin kerjasama dengan beberapa pihak swasta untuk ngambil botol bekas sama minyak jelantah. Kalau kardus kami jual ke pengepul," ujar Jaenudin.

Namun demikian, Jaenudin menjelaskan pihaknya terbentur kendala minimnya petugas sehingga belum bisa memasok sampah plastik dan minyak jelantah dalam jumlah yang banyak. 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved