Berita Bekasi

UMK Kota Bekasi Naik 7,09 Persen, Apindo Pilih Tunggu Uji Materil Permenaker 18/2022

Alasan Apindo menolak Pemenaker Nomor 18 tahun 2022 selain cacat hukum juga kondisi pemulihan ekonomi belum begitu stabil akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Aksi demo kenaikan upah 2023 dilakukan oleh para buruh di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi pada Selasa (29/11). Akibat aksi demo ini, akses jalan Ahmad Yani Kota Bekasi tersendat. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Dewan Pengupahan Kota Bekasi mengeluarkan rekomendasi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2023 di Kota Bekasi mengalami kenaikan sebesar Rp.341 ribu atau naik 7,09 persen.

Rekomendasi Kenaikan UMK 2023 Kota Bekasi ini mengacu pada Permenaker Nomor 18 tahun 2022.

Meski rekomendasi UMK 2023 Kota Bekasi telah ditetapkan, namun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi memilih tidak mengikuti voting dalam penentuan besaran upah minimum 2023 itu.

"Sebenarnya ini kan Permenaker Nomor 18 tahun 2022 itu kan dia bermasalah secara hukum ya, karena dia bermasalah secara hukum, maka Apindo tetap mengambil posisi berpegang pada PP 36 tahun 2021," kata Ketua Apindo Kota Bekasi, Farid Elhakamy, Rabu (30/11/2022).

Alasan Apindo menolak Pemenaker Nomor 18 tahun 2022 selain cacat hukum juga kondisi pemulihan ekonomi belum begitu stabil akibat pandemi Covid-19.

BERITA VIDEO: RATUSAN BURUH UNJUK RASA DI KANTOR BUPATI KARAWANG, MINTA KENAIKAN UPAH SEBESAR 10 PERSEN

Sementara di tengah perusahaan mulai bangkit dibebankan dengan kenaikan upah yang dianggap sangat tinggi.

Oleh karena itu, menurut Farid Elhakamy beberapa pertemuan yang dilakukan oleh 300 anggota Apindo Kota Bekasi beberapa waktu lalu, ada beberapa keluhan yang dirasakan oleh para pengusaha, bahkan jika upah terlalu tinggi terjadinya PHK pun bisa saja terjadi.

"Kalau upahnya naik tinggi, mereka akan melakukan berbagai cara, yang kita khawatirkan terjadi PHK, terjadi relokasi pabrik, terjadi pengurangan jam kerja, merumahkan karyawan. Itu kan merugikan pekerja," katanya.

Baca juga: Belum Dapat Kejelasan Soal Kenaikan UMK 2023, 5.000 Buruh Kepung Kantor Bupati Karawang

Baca juga: Dewan Pengupahan Kota Bekasi Beri Dua Rekomendasi Kenaikan Upah 2023

Dengan ditetapkan rekomendasi UMK 2023 Kota Bekasi sebesar 7,09 persen berdasarkan Permenaker Nomor 18 tahun 2022, Farid Elhakamy mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan-perusahaan.

Menurutnya, opsi yang bisa diambil oleh perusahaan yaitu membayarkan upah sebesar 3,09 persen, atau 7,09 persen.

Namun Farid Elhakamy menyebut, sikap Apindo terkait rekomendasi UMK 2023 saat yang mengacu pada Permenaker Nomor 18 tahun 2022,  tetap menunggu hasil uji materi Permenaker di MK.

"Berdasarkan PP 36, artinya mereka bayar dulu 3,09 persen sampai adanya keputusan MK. Kalau nanti MK memutuskan pembayaran upah 7,09 persen, otomatis sisanya dibayar belakangan. Tapi itu sifatnya Bipartite, antara serikat pekerja di perusahaan dengan pengusaha," ucapnya.

Rekomendasi Depeko Bekasi

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved