Berita Properti
Capai Target Semester 1/2023, Begini Cara Lippo Cikarang Hadapi Tantangan Bisnis di Sektor Properti
pihak Lippo Cikarang yakin akan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan dengan strategi bauran produk yang tepat.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG ---Selama semester 1 tahun 2023, perusahaan properti Lippo Cikarang telah berhasil melakukan prapenjualan sesuai target yang ditetapkan.
Lippo Cikarang berhasil mencapai target walaupun menghadapi banyak tantangan di sektor properti seperti suku bunga acuan yang meningkat dan tekanan inflasi.
Dalam menghadapi tahun 2023, pihak Lippo Cikarang yakin akan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan dengan strategi bauran produk yang tepat.
"Kami juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan untuk dapat melakukan serah terima tepat waktu kepada para konsumen kami,” kata CEO PT Lippo Cikarang Tbk, Rudy Halim, dalam keterangan resminya, Sabtu (29/7/2023).
Informasi yang diterima TribunBekasi.com, Lippo Cikarang mencatat prapenjualan sebesar Rp 628 miliar pada semester 1 tahun 2023. Capaian itu naik satu persen dibandingkan pada semester 1 tahun 2022 (1H23).
CEO PT Lippo Cikarang Tbk, Rudy Halim, memaparkan, jumlah Rp 628 miliar tersebut mencapai 45,7 persen dari target untuk tahun 2023 sebesar Rp1.375 triliun.
Perusahaan melaporkan juga total pendapatan sebesar Rp 420 miliar pada kuartal ke dua tahun 2023 atau naik 166 persen dari kuartal pertama. Sehingga total pendapatan menjadi Rp 578 miliar.
"Dari laporan pada 1H23, jumlah pendapatan terutama terdiri dari serah terima persediaan dari proyek perumahan dan industri serta pendapatan non-properti," kata Rudi dalam keterangan tertulis pada Jumat (28/7/2023).
Dia melanjutkan, proyek perumahan yang diserahterimakan pada 1H23 termasuk Waterfront Uptown tahap pertama yang baru diluncurkan pada tahun 2021.
Selain itu disebutkan, margin kotor untuk semester ini berada di angka 46 persen, relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Begitu juga beban usaha untuk semester ini mencapai Rp128 miliar, stabil dibandingkan tahun lalu.
EBITDA Tetap Positif
Rudy menjelaskan, EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak dan amortisas) untuk semester satu tahun 2023 tetap positif sebesar Rp150 miliar atau 26 persen dari pendapatan.
"Intinya perusahaan melaporkan dengan gamblang, LPCK mencatat pra-penjualan sebesar Rp628 miliar pada 1H23, yakni naik dibandingkan dengan 1H22, dan mencapai 45,7 persen dari target untuk tahun 2023 sebesar Rp1.375 triliun," ungkapnya.
Kata Rudi, capaian prapenjualan pada 1H23 didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek residensial, terutama "Waterfront Uptown", "Newville", dan "Cendana Spark", serta permintaan yang tinggi untuk lahan industri, dengan kontribusi masing-masing sebesar 64 persen serta 30 persen.
Sisanya sebanyak enam persen terdiri dari ruko-ruko dan lahan komersial. Perseroan juga menjual sebanyak 648 unit dari proyek-proyek perumahan, industri dan komersial.
"Melihat peluang pertumbuhan di industri properti kami optimistis," kata Rudi. (maz)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Suasana-perumahan-di-Lippo-Cikarang.jpg)