Berita Kriminal

Gandeng FBI Ungkap Kejahatan Pornografi Anak Internasional, Kompolnas Puji Polresta Bandara Soetta

Apresiasi itu diberikan Kompolnas setelah mendengar Polresta Bandara Soetta berhasil membongkar kasus kejahatan pornografi jaringan internasional

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dedy
TribunTangerang.com
Kaporlesta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Roberto Pasaribu (kiri), Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol. Nurkolis (kedua dari kiri) dan Anggota Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto Iskandar (kanan) saat tengah berdiskusi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Kamis (29/2). 

TRIBUNBEKASI.COM, TANGERANG --- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) puji kinerja Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Apa pasal? Apresiasi itu diberikan Kompolnas setelah mendengar Polresta Bandara Soetta berhasil membongkar kasus kejahatan pornografi jaringan internasional yang melibatkan anak dibawah umur. 

"Ini menjadi catatan luar biasa, Kompolnas memberikan apresiasi dan juga memberikan penghargaan tinggi kepada Polresta Bandara Soetta yang mampu bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam mengungkap kasus yang melibatkan jaringan lintas negara ini," ujar Anggota Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto Iskandar, Kamis (29/2/2024).

Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, perlindungan kepada anak di bawah umur merupakan tugas dan tanggung jawab semua pihak.

BERITA VIDEO : POLRESTA BANDARA SOETTA BEKUK LIMA TERSANGKA PEMBUAT KONTEN VIDEO PORNO MELIBATKAN ANAK DI BAWAH UMUR

Kerja sama Polres Bandara Soetta dengan jajaran gugus tugas Violent Crimes Against Children International Task Force FBI tersebut dinilai, merupakan contoh untuk peningkatan kerja sama internasional antara Polri dengan kepolisian negara lain.

Menurutnya, sinergi antar lembaga baik dalam dan luar negeri untuk pengungkapan kasus dan pencegahan yang bekelanjutan merupakan hal yang amat penting.

"Penguatan penyidikan kejahatan seperti ini harus bisa ditingkatkan melalui kerjasama internasional, terutama penguatan Divisi Hubinter Polri dan kemampuan wawasan penanganan kejahatan oleh para Atase Kepolisian yang ada di luar negeri," kata dia.

Baca juga: Sewa Hotel di Tangerang, Komunitas Ini Bikin Konten Video Porno Sejak 2022, Pemerannya 8 Orang ABG

Dengan demikian dihadapkan, seluruh pihak dan elemen masyarakat mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak dan perempuan. 

"Karena melindungi perempuan dan anak-anak dari tindak kejahatan itu menjadi tanggung jawab kita bersama, agar mereka bisa hidup lebih baik," terangnya.

Sementara itu Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Roberto Pasaribu menerangkan, seluruh penegak hukum dunia sepakat dengan pemberantasan kasus pornografi terhadap anak.

Pasalnya, komplotan pelaku kejahatan tersebut menggunakan modus dengan memanfaatkan kelemahan anak melalui pendekatan pelaku yang dikenal dengan tehnik gromming, untuk mengeksploitasi korban. 

"Pelaku selalu melakukan pendekatan dengan metode gromming kepada korban melalui berbagai hal, dengan tujuan awal menjadikan korban merasa nyaman dan akhirnya anak korban mengikuti kemauan pelaku melakukan perbuatan asusila yang direkam secara video dan foto untuk kemudian diperjual belikan melalui jejaring sosial media sampai melibatkan pelaku lain di luar negeri," lanjut Roberto.

Alumni FBI National Academy itu mengungkapkan, selain 5 pelaku yang berhasil diringkus pihaknya, FBI juga menangkap dua pelaku lainnya di Amerika Serikat.

BERITA VIDEO : ARTIS SAMPAI SELEBGRAM DISEBUT TERLIBAT PRODUKSI FILM PORNO DI JAKSEL 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved