Kemenhub Prediksi Ada 33,72 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api, Ini Persiapan dari DJKA
Ditjen Perkeretaapian Kemenhub memprediksi sebanyak 33,72 juta orang akan mudik di tahun 2024 menggunakan Kereta Api.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochammad Dipa
Dalam kesempatan tersebut Risal juga mengatakan, pihaknya turut mewaspadai adanya fenomena cuaca ekstrem pada periode libur dan mudik Idul Fitri 2024.
Hal tersebut tentunya berpotensi menimbulkan dampak bencana alam. Mulai dari banjir hingga tanah longsor, yang tentunya dapat mengganggu infrastruktur perkeretaapian.
Untuk itu, DJKA melakukan sejumlah upaya untuk memitigasi.
Pertama, Kemenhub melakukan penambahan personil untuk siaga memantau daerah-daerah rawan.
Kedua, kesiapan Alat Material Untuk Siaga atau AMUS, dan sarana di beberapa titik.
Ketiga, sarana perkeretaapian pendukung akan standby untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan. Sejumlah sarana yang dimaksud seperti lokomotif, kereta penolong, crane, dan gerbong.
"Kami sudah menyiapkan AMUS alat material siaga. Kami juga dilengkapi lokomotif cadangan, kereta crane, dan lain-lain," papar Risal.
"Kesiapan ini untuk di lokasi yang rawan longsor dan kami siapkan seperti itu dan SDM yang sudah terlatih dan tersertifikasi," ucapnya.
Kuota Mudik Motor Gratis (Motis) sisa 4 persen
Di sisi lain, Risal juga menyampaikan, bahwa kuota Mudik Motor Gratis dengan Kereta Api (Motis) 2024 tinggal tersisa 4 persen lagi dari 28.196 penumpang dan 12.180 unit sepeda motor yang disediakan Pemerintah.
"Saat ini sudah terdaftar 96 persen. Sisanya tidak sampai 200 kuota lagi," sebutnya.
Adapun, pendaftaran Motis telah dimulai dari 4 Maret 2024 sampai 18 April 2024. Keberangkatan arus mudik akan dilakukan pada 2-8 April 2024, sedangkan keberangkatan arus balik akan dilakukan pada 13-19 April 2024.
Pada tahun ini, DJKA menambah tujuan akhir dari program Motis hingga ke wilayah Jawa Timur.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub
Mohamad Risal Wasal
Ditjen Perkeretaapian Kemenhub
mudik Lebaran
Kereta Api (KA)
Kemenhub
| Wajib Absensi Daring, Cuma 50 Persen ASN DKI Boleh WFA usai Lebaran 2026 |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik, Hindari Tanggal 24, 28 dan 29 Maret Kembali ke Jabodetabek, Awas Terjebak Macet |
|
|---|
| Pasutri Lansia Asal Bekasi Barat Pilih Pulang Lebih Awal dari Subang, Perjalanan Lebih Lancar |
|
|---|
| H-1 Lebaran, Tri Adhianto Sebut 60 Persen Warga Tinggalkan Kota Bekasi |
|
|---|
| Tinjau Stasiun Bekasi, Tri Adhianto Bahas Underpass hingga Pastikan Kelancaran Mudik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Direktur-Jenderal-Perkeretaapian-Kemenhub-Mohamad-Risal-Wasal.jpg)