Gempa Bumi Guncang Yogya, Timbulkan Kerusakan pada Pasar Prambanan dan Rumah Warga
Gempa bumi mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (26/8/2024) malam. Gempa berpusat di Samudera Indonesia.
Menurut Daryono, menilik lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar-lempeng (megathrust).
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust)," katanya.
Adapun gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo, dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI.
Sementara di daerah Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, Surakarta, dan Klaten dengan skala intensitas II-III MMI.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkapnya.
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 20.20 WIB menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan (afterschock).
Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat supaya tetap tenang dan tak terpengaruh oleh isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com
| Meski Terkenal, Tri Suaka Akui Masih Suka Ngamen di Pinggir Jalan |
|
|---|
| Suhu Udara di Indonesia pada Akhir Pekan Capai 37,1 °C, Hampir Seluruh Wilayah Merah |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Bekasi, Bekasi, Karawang Minggu 3 Mei 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Bekasi, Bekasi, Karawang Minggu 12 April 2026: Sebagian Hujan Sedang |
|
|---|
| Hujan Lebat dan Sangat Lebat Diprediksi Terjadi 7-8 April 2026 di Tangsel, BMKG Imbau Warga Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/genteng-pasar-Prambanan-rontok-akibat-gempa.jpg)