Selasa, 12 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kasus Bunuh Diri

Manajemen Untar Tegaskan Tak Ada Bullying di Kampus Diduga Penyebab Mahasiswi Tewas Terjun Bebas

Sehingga penyebab terkait dugaan skripsi atau proposal ditolak, Paula memastikan jika hal tersebut tidak ada kaitannya.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Mahasiswa Untar kompak mengenakan pakaian serba hitam dan tabur bunga di tempat E tewas usai menjatuhkan diri dari gedung parkair. 

TRIBUNBEKASI.COM, GROGOL PETAMBURAN — Manajemen Universitas Tarumanegara (Untar) menyampaikan bahwa mahasiswinya yang tewas bunuh diri tidak memiliki masalah apapun dengan pihak kampus, baik terkait skripsi maupun terkait bullying.

Menurut Humas Untar, Paula Tjatoerwidya Anggarina, korban yang tewas bunuh diri adalah seorang mahasiswi yang baru menginjak semester 1.

Sehingga penyebab terkait dugaan skripsi atau proposal ditolak, Paula memastikan jika hal tersebut tidak ada kaitannya.

"Jadi, dia adalah mahasiswa baru, jadi angkatan 2024. Dan baru masuk kita di kuliah ini sekitar bulan Agustus pertengahan. Jadi, kurang lebihnya dua bulan lah ya," kata Paula saat ditemui di Untar, Senin (7/10/2024).

BERITA VIDEO  PENGEMUDI TRANSJAKARTA GAGALKAN UPAYA BUNUH DIRI

"Ini bukan mahasiswa yang sedang skripsi, bukan mahasiswa yang katanya skripsinya atau proposal skripsinya ditolak gitu ya. Itu yang perlu diluruskan," imbuhnya.

Paula mengaku belum mengetahui bagaimana aktifitas perkuliahannya termasuk soal pertemanan korban dengan mahasiswa lainnya.

Pasalnya, lanjut Paula, dengan durasi berkuliah yang baru sebentar, sosialisasi korban selama di kampus belum terlalu terlihat.

Namun, dia memastikan jika tidak ada bullying yang dilakukan sesama mahasiswa atau pihak kampus kepada korban E.

"Bisa dipastikan itu tidak terjadi, karena kami memang kalau pada saat penerimaan mahasiswa baru, itu tidak lagi istilahnya OSPEK gitu ya, tapi kita lebih ke pengenalan kampus," kata Paula.

"Dan materi-materi yang diberikan ini terkait dengan bela negara, terkait dengan masalah kesehatan mental dan yang lain-lain. Jadi, kegiatan-kegiatannya itu tidak seperti lalu-lalu gitu ya. Jadi, tidak ada yang istilahnya karena bullying dan sebagainya, itu tidak ada, dipastikan sih tidak ada," imbuh dia.

Baca juga: Banyak Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis yang Ingin Bunuh Diri, Menkes: Stop Bullying!

Meskipun begitu, Paula menyebut jika pihaknya langsung melakukan konsolidasi usai kejadian ini di internal pimpinan.

Selain itu, Paula menyampaikan bahwa pihak kampus menyerahkan semua proses penyelidikan kepada pihak kepolisian hingga tuntas.

"Kasus ini tidak lagi sepenuhnya ditangani oleh Untar sendiri, tapi kami bekerjasama juga dengan kepolisian setempat. Yang pada akhirnya, kasus kalau yang terkait dengan hal-hal detail, alasannya dan sebagainya itu mengapa, itu sudah juga kami serahkan kepada kepolisian," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, suasana berkabung menyelimuti lingkungan Universitas Tarumanegara (Untar) usai seorang mahasiswi berinisial E tewas karena melompat dari lantai 6 kampusnya, Jumat (4/10/2024) lalu. 

Pantauan Warta Kota di lokasi, nampak para mahasiswa kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk duka cita mendalam.

Mereka juga membawa setangkai bunga berbagai warna yang kemudian dibawa ke halaman di depan gedung M Untar, tempat korban E menjatuhkan dirinya hingga tewas bersimbah darah. 

Silih berganti mahasiswa datang dan meletakkan bunga duka cita terhadap korban.

Mereka juga melakukan doa bersama sesuai dengan kepercayaan masing-masing, tepat di titik jatuhnya korban E.

Para mahasiswa itu nampak khusuk memberikan doa kepada E agar tenang dan amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Selain memakai baju hitam dan meletakkan bunga duka cita, para mahasiswa juga menempelkan ucapan duka cita menggunakan post it di sebuah papan yang berada di dekat lokasi tabur bunga.

Tulisan-tulisan tersebut menyuratkan soal duka cita mendalam hingga harapan agar E tenang di sisi-Nya. 

Menurut Humas Untar, Paula Tjatoerwidya Anggarina, aksi berbaju hitam ini adalah kegiatan inisiatif dari mahasiswa Untar.

"BEM minta untuk mengenakan ini kalau dilihat dari postingannya itu ada di dua hari (berkabung)," kata Paula saat ditemui di Untar, Senin (7/10/2024).

(Sumber : Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah/m40)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp. 

 

Sumber: Wartakota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved