Kisah Inspiratif
Kisah Inspiratif Kehidupan Perajin Tusuk Sate Maranggi di Cilamaya Karawang, Ini Harapannya
sate maranggi bukan hanya di Purwakarta saja. Di Karawang juga banyak sekali penjual sate maranggi, khususnya di wilayah Cilamaya Wetan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG ---- Siapa tidak kenal Sate Maranggi, terlebih Sate Maranggi di Purwakarta, Jawa Barat yakni Hj Yetty.
Setiap kali makan di Sate Maranggi Hj Yetty selalu takjub. Sudah tentu takjub karena ramainya pembeli, tapi yang bikin takjub lagi ialah ada delapan panggangan sate dengan bentuknya cukup panjang dan pastinya dipenuhi sate untuk dibakar.
Karena bikin penasaran, saat berkunjung ke sana, saya menanyakan kepada salah satu karyawan. Setiap harinya habis berapa tusuk sate Maranggi?
Salah satu karyawan bernama Ahmad mengungkapkan, satu hari bisa habis sebanyak satu ton daging sapi dan kambing.
BERITA VIDEO : PERAJIN TUSUK SATE TRADISIONAL TETAP BERTAHAN
Jumlah itu bisa lebih banyak saat musim libur lebaran, bisa mencapai 2 ton daging sapi dan kambing.
Atau lebih dari 20.000 tusuk sate setiap harinya untuk hari biasa, jika momen libur bisa mencapai 50.000 tusuk sate. Untuk harganya sendiri Rp 5 ribu per tusuknya.
Enggak kebayang kan bagaimana tumpukan tusuk sate marangginya, hehe.
Ya, sate maranggi menjadi makanan khas di Purwakarta dan banyak dijumpai setiap kali berkunjung ke sana.
Akan tetapi, sate maranggi bukan hanya di Purwakarta saja. Di Karawang juga banyak sekali penjual sate maranggi, khususnya di wilayah Cilamaya Wetan.
Menjualnya baik di restoran, kios sederhana hingga menggunakan gerobak panggul dengan cara berkeliling.
Baca juga: Kisah Inspiratif: Ubah Limbah Jadi Aksesoris Imlek, Dalam Waktu Satu Bulan Jay Mampu Beli Motor
Beberapa penjual sate maranggi Cilamaya yang didatangi, mereka mengaku habis ratusan hingga ribuan tusuk sate maranggi tiap harinya.
Ada satu momen dimana ketika menggigit sate maranggi itu berpikir, ini berarti butuh banyak tusuk sate ya, dibuatnya dimana dan engga mungkin diganti pakai tusuk sate bahan plastik pasti harus bahan kayu.
Akhirnya pertanyaan itu terjawab, ketika mendapatkan undangan acara penyerahan dan demonstrasi penggunaan mesin pembersih bambu kepada perajin tusuk sate di Kantor Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang pada Kamis (19/9/2024) lalu.
Kegiatan itu menjadi inisiasi Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) bersama PT Jawa Satu Power (JSP) melalui program inovatif melalui Livelihood Restoration Project (LERES).
| Dulu Jual Kaos Keliling, Kini Tiyo Sukses dari Tukang Sablon Hingga Besarkan Brand Fashionnya |
|
|---|
| Mak Edah, Lokal Hero Asal Karawang: Tak Tamat SD, Berdayakan Janda dan Bangun Sekolah Gratis |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Profesor UBP April Hananto, Jadi Pegawai Warung Pecel Lele Demi Bisa Kuliah |
|
|---|
| Maman, Pria Lansia 62 Tahun Setia Jual Es Cincau Meski Harus Berjalan Kaki 10 Kilometer Tiap Hari |
|
|---|
| Harapan Warganet untuk Julian Saputra, Bocah SD Panjat Tiang Pasang Tali Bendera Lepas saat Upacara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Perajin-tusuk-sate-di-Cimalaya-Karawang.jpg)