Berita Bekasi
Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Bekasi Minta Warga Pangkas Pohon Rentan Roboh
Analisa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim penghujan diprediksi terjadi akhir Desember 2024 hingga Januari 2025.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau warga untuk memotong atau memangkas pohon rentan roboh.
Hal itu karena kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi menyampaikan, akibat angin kencang sudah terdata dua pohon tumbang di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, bahkan menimpa satu rumah warga.
Maka dari itu, pihaknya meminta agar masyarakat untuk memotong dahan pohon yang rapuh atau mati, dan membersihkan dahan pohon yang dianggap membahayakan.
“Pohon yang memiliki potensi kering, agar dipangkas dan pohon sekitaranya sudah lebat bisa ditebang," katanya pada Kamis, 12 Desember 2024.
Baca juga: Cek Harga Emas Batangan Antam di Bekasi, Kamis Ini Melonjak Lagi Rp 14.000 Per Gram jadi Segini
Baca juga: Tim RK-Suswono Tak Jadi Ajukan Gugatan ke MK, Begini Respon Jubir Pramono-Rano
Baca juga: Bawaslu Karawang Catat Ada Tujuh Laporan Masuk ke Sentra Gakkumdu Selama Pilkada 2024
Baca juga: Tak Jadi Ajukan Gugatan ke MK Hingga Tenggat Berakhir, Begini Alasan Tim Ridwan Kamil-Suswono
Menurutnya, analisa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim penghujan diprediksi terjadi akhir Desember 2024 hingga Januari 2025.
Sehingga, masyarakat diminta waspada bencana alam yang diakibatkan cuaca ekstrem.
“Informasi BMKG, puncak penghujan akhir Desember dan Januari. Kami imbau agar masyarakat waspada bencana alam, baik itu banjir, longsor, angin kencang atau cuaca ekstrim lainnya,” ujarnya.
Hasil pantauan BPBD Kabupaten Bekasi, kata dia, dari awal Desember 2024, banjir dan dampak angin kencang dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi.
Banjir terjadi di sejumlah perumahan dan sifatnya hanya sesaat. Juga, tanggul jebol juga sempat terjadi, dan langsung ditangani dinas terkait bersama BPBD.
“Bila turun hujan, beberapa perumahan terjadi genangan air namun berlangsung tidak lama. Ada tanggul jebol juga, dan langsung ditangani BPBD koordinasi dengan Dinas SDABMBK,” katanya.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp.
| Hardiknas 2026, Apa Target Pemkab Bekasi untuk Pendidikan Berkualitas? |
|
|---|
| May Day 2026, Buruh Kabupaten Bekasi Tolak Upah Murah dan Outsourcing |
|
|---|
| Tukang Seblak Menjerit, Kencur Langka dan Harga Naik 2 Kali Lipat |
|
|---|
| Dua Siswi di SMAN 2 Kota Bekasi yang Ribut Hingga Viral Diusulkan Jadi Duta Cegah Kekerasan |
|
|---|
| Viral Siswi SMAN 2 Bekasi Lakukan Perundungan, KPAD Usulkan Jadi Duta Cegah Kekerasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/BPBD-Kab-Bekasi-12-Des.jpg)