Minggu, 17 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kecelakaan Kerja

Smelter Titanium Meledak, Dua Pekerja Pabrik di Karawang Tewas Kecelakaan Kerja

Dua korban kecelakaan kerja yang meninggal dunia teridentifikasi bernama Kasyanto (29) dan Achmad Lutfi Pamungkas (27), warga sekitar pabrik.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi Lokasi Kecelakaan Kerja Dipasang Garis Polisi --- Dua pekerja pabrik di Jalan Proklamasi, Desa Aman, Kecamatan Rengasdengklok tewas usai mengalami kecelakaan kerja, pada Senin (16/12/2024). (FOTO ILUSTRASI) 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Dua pekerja pabrik di Jalan Proklamasi, Desa Aman, Kecamatan Rengasdengklok tewas usai mengalami kecelakaan kerja, pada Senin (16/12/2024).

Dua pekerja itu tewas kecelakaan kerja sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami luka bakar hampir disekujur tubuhnya.

Sedangkan satu pekerja korban kecelakaan kerja lainnya masih dalam perawatan intensif.

Dua korban kecelakaan kerja yang meninggal dunia teridentifikasi bernama Kasyanto (29) dan Achmad Lutfi Pamungkas (27), warga sekitar pabrik.

BERITA VIDEO : KERUSUHAN DI PT GNI HINGGA TEWASKAN TIGA BURUH

Dari informasi yang dihimpun, dua pekerja itu mengalami luka bakar hebat akibat ledakan smelter titanium milik PT Monokem Surya, Senin (16/12/2024) pukul 08:00 WIB. Mereka tak sempat menghindar karena jaraknya dekat dengan smelter.

Meninggalnya dua pekerja PT Monokem Surya membuat luka mendalam bagi keluarganya. Sebab, mereka merupakan  tulang punggung keluarganya masing-masing.

Rino, kakak ipar Dari korban Kasyanto meminta PT Monokem Surya Bertanggungjawab atas peristiwa yang menimpa adiknya. Sebab, peristiwa itu terjadi saat adiknya sedang bekerja.

"PT Monokem harus bertanggungjawab atas peristiwa itu," kata Rino.

Baca juga: Kisah Pilu Giri Pamungkas Alami Kecelakaan Kerja Malah di PHK: Jadi Tulang Punggung Keluarga

Sementara itu, Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Solihin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku telah menanganinya bersama pemerintah dan instansi terkait

"Iya, tunggu ya nanti dikirim keterangan lengkapnya," katanya.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan apapun dari pihak manajemen pabrik terkait insiden tersebut. Sementara korban meninggal dunia sudah dimakamkan. (maz)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved