Jumat, 5 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kasus Pembunuhan Sandy Permana

Syok Lihat Sepeda Listrik Penuh Darah, Istri Sandy Permana Bingung Diminta Segera ke Rumah Sakit

Ade bingung saat diminta ke rumah sakit oleh tetangganya karena saat itu, tetangganya bilang bahwa suaminya sedang di rumah sakit karena jatuh.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Ade Andriani, istri Sandy Permana (46) saat ditemui di kediamannya di Komplek Perumahan Cibarusah Kabupaten Bekasi pada Senin, 13 Januari 2025. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI Sandy Permana (46), pemain sinetron berjudul Misteri Gunung Merapi atau Mak Lampir tewas di rumah sakit usai ditusuk tetangganya di Perumahan Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Minggu, 12 Januari 2025.

Istri korban, Ade Andriani mengaku terkejut atas kejadian tersebut.

Dia menceritakan, saat kejadian dirinya masih tidur di kamarnya.

Sebab, kejadian itu pukul 07.30 WIB dan Sandy Permana sudah biasa keluar pagi untuk memberi makan ternaknya.

"Kalau kronologi awalnya ya, saya nggak tahu pasti ya. Karena kejadiannya itu pagi, saya masih tidur. Sekitar jam setengah delapan saya dibangunin. Saya disuruh siap-siap ke rumah sakit," katanya saat ditemui di kediamannya pada Senin, 13 Januari 2025.

Ade mengaku bingung saat diminta ke rumah sakit oleh tetangganya karena saat itu, tetangganya bilang bahwa suaminya sedang di rumah sakit karena jatuh.

BERITA VIDEO: POLISI SEBUT PEMAIN SINETRON SANDY PERMANA SEMPAT DUEL DENGAN PELAKU SEBELUM TEWAS

Akhirnya, dirinya beranjak pergi untuk menuju ke rumah sakit. Akan tetapi, dia merasa curiga ketika melihat sepeda listrik suaminya itu penuh darah.

"Akhirnya saya mau pergi. Pas saya sampai di luar, saya lihat motor listrik suami saya penuh darah. Saya syok pas lihat, kenapa ini motornya penuh darah? ‘Nggak, nggak, nggak’ Ya udah, ayo buruan ke rumah sakit, kata tetangga saya itu," ungkapnya sambil menahan tangis.

Dia melanjutkan, sesampainya di rumah langsung melihat suaminya terbaring dan penuh darah.

Baca juga: Minta Pelaku Penusukan Sandy Permana Dihukum Berat, Ade Andriani: Nyawa Dibayar Nyawa

Baca juga: Sosok Sandy Permana, Aktor Sinetron Mak Lampir, di Mata Keluarga dan Tetangga

Ade sempat berkomunikasi dengan suaminya Sandy agar tetap kekuat.

"Sampai di rumah sakit, saya lihat suami saya sudah terbaring, sudah penuh darah. Tapi masih sadar, saya ajak ngobrol, dia respon," katanya.

"Saya bilang, ‘kuat ya? Demi anak-anak?’,‘Iya’ kata dia gitu," imbuh Ade lagi sambil mengusap air matanya.

Ade sempat bertanya kepada suaminya siapa yang telah membuatnya seperti ini.

Sandy sempat hendak menjawab, akan tetapi nafasnya sudah terbata-bata tidak bisa bicara.

Sampai akhirnya, Sandy Permana di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi.

Baca juga: Berambut Gimbal dan Bertato, Begini Sosok Pelaku Pembunuhan Aktor Laga Sandy Permana Hingga Tewas

Baca juga: Uang Berserakan dari Paket yang Dibawa Siswa SMP Korban Kecelakaan di Tambun, Ternyata Duit Palsu

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved