Minggu, 12 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Puluhan Rumah Nelayan Rusak Imbas Pembangunan Pagar Laut di Bekasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya 20 rumah terdampak dan mengalami kerusakan ringan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Warga menunjukkan kondisi rumah rusak imbas pembangunan alur pelabuhan atau pagar laut di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Puluhan bangunan rumah nelayan rusak imbas pembangunan alur pelabuhan atau pagar laut di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Kerusakan karena kendaraan truk pengangkut tanah yang hilir mudik membuat bangunan rumah warga di sekitar lokasi menjadi retak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya 20 rumah terdampak dan mengalami kerusakan ringan.

Rio Aryanto (25) mengatakan, rumah yang tinggal tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paljaya alami kerusakan.

Dinding rumah, lantai dan atapnya retak akibat getaran kendaraan truk-truk besar yang lewat menuju ke lokasi pembanguban.

Baca juga: Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Jumat Ini Melambung Rp 17.000 Per Gram

Baca juga: Sebelum Tewas Mengambang di Perairan Marunda, Pensiunan Brigjen TNI tengah Mengurus Tanah Pribadi

"Awal mulanya kan ada kegiatan dibelakang pengerukan sungai dampak akibat getaran truk-truk besar angkutan bawa urugan tanah. Dampaknya ke rumah-rumah pada retak semua," ucap Rio pada Jumat, 17 Januari 2025.

Menurutnya, ketika pembangunan masih berlangsung, hampir 24 jam truk-truk pembawa tanah ini melintas.

Selain berdampak pada dinding rumahnya yang retak, atap rumahnya yang terbuat dari asbes juga menjadi bergeser.

"Sehari truk yang lalu lalang bisa sampai 10 sampai 15 truk. Iya truk bawa-bawa tanah siang malam," tambahnya.

Kondisi retaknya dinding itu, lanjut Rio, sudah terjadi sejak enam bulan yang lalu.

Baca juga: Healthy Berry Bliss Datang ke Indonesia, Gelar Kampanye Berries On The Go dari Driscoll’s

Baca juga: Istri Sudah Hamil 4 Bulan, Chand Kelvin kini Jadi Suami Siaga

Terakhir, truk-truk pengangkut tanah itu beroperasi pada bulan November 2024.

Selain menimpa rumahnya, getaran-getaran yang ditimbulkan oleh truk juga berdampak ke rumah warga lainnya.

"Ada sekitar 15 sampai 20 rumah rusak gara-gara itu," imbuhnya.

Kondisi yang sama juga diungkapkan oleh Mustafa (41) yang rumahnya rusak.

Dia bersama warga lainnya sempat meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan.

Baca juga: Seorang Kakek Ditemukan Tewas Mengapung di Danau Kawasan TPU Padurenan Bekasi

Baca juga: PT TRPN Melawan, Akan Libatkan DPR Usai KKP Segel Proyek Pagar Bambu di Laut Bekasi 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved