Berita Bekasi

Sudah 24 Jam Jasad Pekerja Korban Tower Provider Belum Dievakuasi, Petugas Bongkar Tower dari Atas

Artinya sudah 24 jam jasad pekerja itu belum bisa dievakuasi dari lokasi kejadian, di Kavling Bumi Indah Sejahtera, Desa Karangsatria, Tambun Utara.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rendy Rutama Putra
Proses pembongkaran tower provider di Jalan Mista Raya, Kavling Bumi Indah Sejahtera, RT 08 RW 05, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi pada Selasa, 28 Januari 2025. 

TRIBUNBEKASI.COM, TAMBUN UTARA — Jasad seorang pekerja yang meninggal dunia karena tertimpa beton penyangga tower provider hingga Selasa, 28 Januari 2025 pukul 10.00 ini belum juga berhasil diangkat dari lokasi kejadian.

Beton tower provider itu ambruk pada Senin kemarin, 27 Januari 2025. Artinya sudah 24 jam jasad pekerja tersebut belum juga bisa dievakuasi dari lokasi kejadian.

Tower provider setinggi sekitar 25 meter itu dipasang di lantai tiga bangunan musala di Kavling Bumi Indah Sejahtera, Jalan Mista Raya RT 08 RW 05, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Petugas provider berupaya membongkar tower provider tersebut dari bagian atas, sementara jasad pekerja yang meninggal masih tergeletak di lokasi karena belum berhasil dievakuasi. 

Pantauan jurnalis TribunBekasi.com di lokasi, pembongkaran tower provider tersebut sudah dimulai sekira pukul 07.00 WIB.

Pembongkaran tower tersebut dilakukan oleh lima personel petugas provider yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

BERITA VIDEO: PEKERJA YANG TEWAS TERTIMPA BETON TOWER DI BEKASI SULIT DIEVAKUASI

Mereka nampak berbagi tugas, tiga orang membongkar dengan dimulai pada bagian atas tower, sementara dua lainnya memantau dari bawah sembari mengoperasikan katrol.

Lalu sejumlah petugas gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri terlihat berjaga di sekitar lokasi tower sekaligus mengimbau para warga agar tidak mendekat ke proses pembongkaran.

Diketahui sebelumnya, proses evakuasi terhadap satu orang pekerja yang tewas tertimpa beton penyangga tower provider itu sudah berlangsung sejak Senin, 27 Januari 2025.

Baca juga: Cuti Bersama, Layanan Samsat di Kota/Kabupaten Bekasi-Karawang, Selasa 28 Januari 2025 Ini Tutup

Baca juga: Diprediksi Masih Didatangi Banyak Pelancong, One Way ke Puncak Bogor Diberlakukan Lagi Selasa Ini

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengatakan proses evakuasi sudah diputuskan untuk menggunakan alat berat, yakni crane.

Crane digunakan petugas gabungan dari Damkar Kabupaten Bekasi, Basarnas, dan pihak proyek untuk membantu membongkar tower yang memiliki tinggi lebih kurang 25 meter.

“Terus hari ini dari pihak konstruksi, dari vendornya juga ada yang memang ditugaskan untuk membongkar, tadi dilihat untuk yang paling aman adalah tower itu dibongkar dulu,” kata Desiana saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa, 28 Januari 2025.

Desiana menjelaskan usai pembongkaran tower, petugas gabungan baru dapat melakukan evakuasi terhadap satu orang yang dinyatakan meninggal dunia tersebut.

Penggunaan crane diketahui berdasarkan pertimbangan petugas gabungan untuk mengurangi resiko bahaya saat evakuasi korban dilakukan.

“Jadi kami setelah selesai tower tersebut dibongkar baru kami evakuasi korban yang tertimpa beton di bawah menara itu. Jadi kami tunggu dulu proses bongkaran dari tower tersebut satu persatu,” jelasnya.

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi, Selasa Ini, 28 Januari 2025 Tutup Sementara, Masih Cuti Bersama

Baca juga: Sebanyak 50 Personel Gabungan Disiagakan saat Evakuasi Korban Ambruknya Beton Tower di Bekasi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved