Rabu, 20 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Veronica Tan Prihatin Banyak Remaja Putri di Bekasi Nikah di Bawah Umur

Wamen PPPA yakin,  bila perempuan dilibatkan dalam berbagai kesempatan untuk berdaya, mereka akan mampu menunjukkan perannya.

Tayang:
Editor: Dedy
Dok. Newsroom Diskominfosantik Kabupaten Bekasi
PENANGGULANGAN TBC --- Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait melakukan monitoring dan evaluasi Desa Siaga Peduli Tuberkulosis Tingkat Nasional Tahun 2015, Bertempat di Kantor Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan. Senin, (14/07/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mengaku prihatin atas informasi kurang berdayanya perempuan di sejumlah wilayah. 

Veronica Tan menduga salah satu penyebab kurang berdayanya perempuan adalah masih belum adanya kesadaran masyarakat akan kesetaraan gender. 

Kurang berdayanya perempuan semisal masih ada yang anggapan remaja putri harus cepat-cepat dinikahkan.

“Saya dengar di sini masih banyak pernikahan di bawah umur,” kata Veronica Tan di sela-sela Acara Monitoring dan Evaluasi Piloting Gerakan Bersama Desa dan Kelurahan Siaga TB, di Kantor Kepala Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Hebat ! Perempuan Desa Sukadami Bekasi Jadi Kader Penggerak Berantas TBC

Padahal, pernikahan di bawah umur sering kali berakhir pada perceraian, sehingga  banyak mereka yang masih muda-muda itu kemudian terjebak salah pergaulan.

Akibat kondisi ekonomi yang buruk, tak sedikit dari mereka menjadi korban kekerasan seksual, eksploitasi, perdagangan orang, dan praktik kriminal lainnya.

Wamen PPPA yakin,  bila perempuan dilibatkan dalam berbagai kesempatan untuk berdaya, mereka akan mampu menunjukkan perannya.

“Perempuan adalah pilar sosial, jika mereka diberi ruang, hasilnya luar biasa. Di Desa Sukadami ini adalah bukti konkret  pemberdayaan perempuan berjalan dalam mendukung program layanan kesehatan,” katanya.

Ia memastikan perempuan dan anak  Indonesia memiliki ruang perlindungan dari pemerintah.

Peran ibu-ibu akan selalu ada dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam program Desa Siaga TB ini. 

”Saya yakin perempuan akan bergerak, sepanjang mereka difasilitasi. Kementerian PPPA akan supportfully,” tegas Veronica.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berharap peran ibu-ibu yang selama ini menjadi kader kesehatan di desa dapat lebih dioptimalkan dalam menyukseskan program pemerintah mengeliminasi TB.  

Ia menegaskan tugas  kader adalah memverifikasi ke rumah-rumah warga berdasarkan riwayat kesehatan dari rumah sakit.

Wamenkes memahami banyak tantangan terkait stigma masyarakat terhadap penderita TB, sehingga mereka tak mau diperiksa.

“Ini tantangan kader. Saya  yakin ibu-ibu kader bekerja bukan karena insentif, tapi memang terpanggil melayani masyarakat. Tapi kami dari Kemenkes sebenarnya ada dana kalau ibu-ibu bisa mengobati  dan mengawasi sampai selesai. Akan ada dana tambahan dari Global Fund,” janji Wamenkes.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved