Kasus Bullying
Kepsek SMKN 1 Cikarang Barat Berkilah, Siswa Korban Bullying Patah Rahang: Kejadian di Luar Sekolah
Siswa SMKN 1 Cikarang Barat Bekasi jadi korban bullying hingga rahang patah. Kepala sekolah sebut kejadian di luar sekolah.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Suasana di SMKN 1 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, berubah muram sejak kabar seorang siswa kelas 10 berinisial AAI (16) menjadi korban bullying. Perundungan itu tak hanya melukai fisik, tapi juga meninggalkan trauma mendalam.
AAI harus menjalani operasi bedah mulut karena rahangnya patah usai diduga dikeroyok oleh kakak kelas. Polisi sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka, satu di antaranya berstatus dewasa.
Kepala SMKN 1 Cikarang Barat, Bambang Nurcahyo, buru-buru meluruskan kabar bahwa bullying terjadi di dalam sekolah.
“Pertama yang perlu saya luruskan bahwa kejadian di dalam sekolah itu tidak benar. Kejadian itu tidak terjadi di sekolah, tetapi di luar, di lapangan berjarak sekitar satu kilometer,” kata Bambang kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).
Baca juga: Hati-hati di Halte! Modus “Lempar Bola” Copet Transjakarta Bikin Penumpang Tak Sadar Ponsel Raib
Baca juga: Dony Oskaria Resmi Jabat Plt Menteri BUMN, Begini Pertimbangan Presiden Prabowo
Baca juga: Angelina Sondakh Pastikan Koruptor akan Tersentil Usai Nonton Film Jembatan Shiratal Mustaqim
Ia menambahkan, pada hari kejadian, 2 September 2025, sekolah tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar normal. Kala itu ada edaran libur dari dinas terkait aksi unjuk rasa.
Dari penelusuran pihak sekolah, kasus ini ternyata tak melibatkan siswa internal saja. Bambang mengungkap adanya kelompok bernama Basis atau Barisan Siswa.
“Ini bukan hanya di SMKN 1 Cikarang Barat saja. Ada kelompok Basis, anggotanya lintas sekolah, bahkan ada yang sudah lulus,” jelasnya.
Kelompok itu disebut kerap membuat barisan di lapangan Irepo. Mereka diduga terlibat dalam aksi bullying, pemalakan, hingga kekerasan antarpelajar.
“Kami sudah sepakat memutus rantai kelompok itu dengan melibatkan kepolisian dan TNI. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi,” imbuh Bambang.
5 Tersangka
Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, memastikan sudah ada lima tersangka dalam kasus ini.
“Kami tetapkan 5 orang tersangka, 1 dewasa, dan 4 anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang merupakan siswa dari SMK yang bersangkutan,” ujarnya.
Polisi sejauh ini telah memeriksa 12 orang saksi, mulai dari siswa, pihak sekolah, hingga orang tua korban. Pemeriksaan saksi tambahan masih berlanjut.
“Masih terus dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang lain yang identitasnya sudah kami dapat dari hasil keterangan saksi dan tersangka,” tegas Bintang.
Kasus bullying ini menorehkan luka mendalam di dunia pendidikan Bekasi. Bukan hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga bagi sekolah yang kini dituntut lebih ketat menjaga siswanya.
Di tengah harapan besar orang tua menitipkan anaknya ke sekolah, tragedi ini menjadi pengingat bahwa perundungan bukan sekadar urusan internal.
Ada jejaring antar pelajar, bahkan lintas sekolah, yang perlu diputus bersama.
| Siswi SD di Karawang Patah Tulang Usai Dibully, Guru Ungkap Tabiat Pelaku |
|
|---|
| SADIS! Tangan Siswi SD di Karawang Patah Akibat Dibully Teman Sekelas, Wali Murid Murka |
|
|---|
| Guru Ungkap Perilaku Pelaku Bullying Siswi SD hingga Alami Luka Serius di Karawang: Memang Suka Usil |
|
|---|
| Siswi SD di Karawang Diduga Jadi Korban Bullying: Diludahi, Ditabrak, hingga Tangannya Patah |
|
|---|
| Adelia Sidik Bongkar Praktik Sekolah Tutupi Kasus Bullying di Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Ayah-korban-bullying.jpg)