Minggu, 26 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Banjir Rob

Saiful Minta Tanggul Diperbaiki, Warga Tarumajaya 5 Hari Terjebak Banjir Rob

Warga pesisir Tarumajaya Bekasi meminta perbaikan tanggul dan normalisasi kali setelah banjir rob lima hari merendam permukiman.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Mohamad Yusuf
TribunBekasi.com/Rendy Rutama
BANJIR ROB - Kondisi banjir rob yang merendam permukiman warga Desa Samudra Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi pada Minggu (7/12/2025). Genangan air membuat aktivitas ibadah dan sekolah terganggu. 

Ringkasan Berita:
  • Warga pesisir Tarumajaya meminta Pemkab Bekasi segera memperbaiki tanggul dan menormalisasi kali setelah lima hari dilanda banjir rob.
  • Kondisi tanggul disebut sudah hampir hilang akibat abrasi sehingga air laut mudah masuk ke permukiman.
  • Akses jalan yang rusak parah menjadi kendala utama untuk proses penanganan dan perbaikan fasilitas pesisir.

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Sejumlah warga di Kampung Sembilangan, Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera memberikan solusi terkait banjir rob yang kembali merendam permukiman.

Warga menyebut banjir rob kali ini sudah berlangsung sejak Rabu (10/12/2025). Air tidak kunjung surut dan membuat aktivitas masyarakat lumpuh.

Seorang warga, Saiful berusia 35 tahun, mengatakan perbaikan tanggul dan normalisasi kali menjadi harapan utama warga di pesisir.

“Kami harap, buat Pemerintah perlu memperhatikan kembali buat warga, khususnya yang berada di pesisir Kabupaten Bekasi, seperti di daerah Tarumajaya, Babelan, dan Muara Gembong untuk dibuatkan tanggul, kedua, normalisasi kali, gitu,” kata Saiful saat ditemui di sekitar kediamannya, Minggu (7/12/2025).

Baca juga: Cak Imin Minta 3 Menteri Taubat Nasuha Buntut Banjir Sumatera, Jawaban Bahlil Bikin Panas

Baca juga: Curhat Sarah Azhari Soal Masa Kelam Karier, Pernah Direkam Diam-Diam saat di Toilet

Baca juga: Korban Modus ATM Tertukar di Bekasi Syok Saldo Rp 109 Juta Raib, Polisi Periksa Dua Saksi

Ia menjelaskan kondisi tanggul yang ada saat ini sudah hampir hilang akibat abrasi sehingga air laut dengan mudah masuk ke permukiman.

“Kalau tanggul sekarang sudah habis banget sih (abrasi), mungkin sekira 20 centimeter atau 50 centimeter sekarang paling tinggi, bahkan ada yang sudah amblas, sudah ada yang tidak kelihatan sama sekali, gitu. Kalau kali perlu dikeruk lagi, gitu,” jelasnya.

Warga lain bernama Muhammad Rois berusia 56 tahun meminta pemerintah turut memperbaiki akses jalan yang menjadi satu-satunya jalur menuju kawasan Sembilangan.

Rois mengatakan jalan rusak parah dan menyulitkan proses perbaikan tanggul maupun normalisasi kali.

“Akses jalan itu perbaiki, kalau belum diperbaiki jadi sulit aksesnya mau lokasi, abis itu baru normalisasi kali dan perbaikan tanggul,” ucapnya di lokasi, Minggu (7/12/2025).

Kepala Dusun III Desa Samudra Jaya bernama Nurhasan menyampaikan keluhan warga tersebut sudah diterima dan terus disampaikan kepada kepala desa.

“Ya kalau kami kan sudah berupaya, kami akan terus mengawal dan menginformasikan keinginan warga ke Kades,” kata Nurhasan saat ditemui, Minggu (7/12/2025).

Dua desa di wilayah Kabupaten Bekasi, yaitu Samudra Jaya dan Hurip Jaya di Kecamatan Babelan, telah lima hari terendam banjir rob. Ketinggian air tertinggi mencapai sekitar 80 centimeter.

Meski demikian, warga tidak mengungsi dan memilih bertahan di rumah masing-masing.

Banjir rob yang melanda tahun ini juga jauh lebih sering dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, tercatat sudah lebih dari delapan kali banjir rob terjadi. Pada tahun 2024 dan 2023 banjir rob hanya terjadi dua kali.

Baca berita Tribunbekasi lainnya di TribunBekasi.com dan di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved