Senin, 27 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kasus Penganiayaan

Balita Dianiaya Pacar Ibunya karena Menangis, Bupati Karawang Geram dan Minta Kasus Jadi Perhatian

Seorang anak balita inisial NA berusia 2,5 tahun menjadi korban penganiayaan oleh pacar ibunya di Karawang, Jawa Barat

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Tribunbekasi.com/Muhammad Azzam/Muhammad Azzam
PENGANIAYAAN ANAK- Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mendatangi RSUD Karawang untuk menjenguk balita korban penganiayaan pada Sabtu (14/2/2026) kemarin. Aep meminta kepada kepolisian agar kasus ini jadi perhatian. 

Ringkasan Berita:
  • Balita NA (2,5) diduga menjadi korban penganiayaan oleh pacar ibunya di Karawang dan mengalami luka serius pada mata, lidah, serta dugaan gangguan telinga, kini dirawat di RSUD Karawang.
  • Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menjenguk korban dan berkoordinasi dengan Polres Karawang untuk memastikan penanganan hukum berjalan maksimal dan transparan.
  • Polisi telah mengamankan pria berinisial IP (30) sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 80 ayat (2) UU Perlindungan Anak.

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Seorang anak balita inisial NA berusia 2,5 tahun menjadi korban penganiayaan oleh pacar ibunya di Karawang, Jawa Barat.

NA alami luka serius pada bagian mata dan lidah luka parah.

Kasus penganiayaan mendapat perhatian serius dari Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Dirinya langsung mendatangi ke RSUD Karawang tempat dimana korban dirawat pada Sabtu (14/2/2026) kemarin.

Aep minta kasus ini jadi perhatian polisi

Aep menegaskan telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian agar penanganan perkara tersebut dilakukan secara maksimal.

Dirinya menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban saat menjenguk balita tersebut di RSUD Karawang.

Dalam pertemuan itu, keluarga mengaku sangat terpukul dan berharap kasus tersebut mendapat atensi penuh dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.

“Saya hadir di RSUD dan keluarga korban menyampaikan kepada saya bahwa mereka merasa sangat sakit hati. Mereka meminta agar kasus ini betul-betul menjadi perhatian,” ujar Aep saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres Karawang agar proses hukum berjalan transparan dan profesional.

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Karawang.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres. Kasus ini masih ditangani oleh Polres dan saya minta agar betul-betul dikawal dengan baik,” katanya.

Selain memastikan proses hukum berjalan, Aep juga menaruh perhatian pada kondisi kesehatan korban. Ia menyebutkan, berdasarkan informasi sementara dari keluarga, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh.

“Yang penting saat ini anaknya pulih dulu. Informasinya, lidah anak tersebut sampai digunting. Kemudian matanya juga dikhawatirkan tidak bisa melihat, tapi ini masih harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh dokter,” ungkapnya.

Tak hanya itu, keluarga juga menyampaikan adanya dugaan gangguan pada bagian telinga korban. Disebutkan bahwa gendang telinga anak tersebut terus mengeluarkan cairan, sehingga memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis intensif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved