DPRD Kota Bekasi
Krisis Guru di Bekasi, Wildan DPRD Desak Pemkot Beri Perhatian Khusus
DPRD Bekasi ungkap krisis guru mencapai ribuan orang dan mendesak Pemkot percepat pemenuhan tenaga pendidik.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Mohamad Yusuf
Ringkasan Berita:
- DPRD Bekasi mencatat kekurangan guru mencapai 3.000 orang.
- Wildan dan Ahmadi mendesak Pemkot percepat pemenuhan tenaga pendidik.
- Program magang mahasiswa dinilai bisa bantu mengatasi krisis guru.
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Bekasi mencatat adanya kekurangan tenaga pendidik di berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Kondisi ini disebut perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bekasi.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman mengatakan Pemkot tidak boleh abai terhadap kebutuhan guru.
Ia menyebut para guru sudah bekerja maksimal sehingga perlu dukungan lebih baik.
"Tenaga pendidik yang perlu terus ditingkatkan, guru yang sudah bekerja luar biasa, sebetulnya hanya perlu dukungan lebih baik lagi dari sisi perhatian, penghargaan dan fasilitas," kata Wildan, Selasa (2/12/2025).
Baca juga: Tak Pakai Helm, Pelajar Panik hingga Hampir Menangis saat Terjaring Operasi Zebra Maung 2025
Baca juga: Ayah dan Anak Disiram Air Keras Saat Melintas di Pamulang, Mata dan Wajah Luka Bakar
Baca juga: Adelia Sidik Bongkar Praktik Sekolah Tutupi Kasus Bullying di Bekasi
Wildan menjelaskan jumlah kekurangan guru di Kota Bekasi masih sangat banyak.
Menurutnya, persoalan ini harus diperjuangkan dengan lebih serius.
"Menjadi poin yang sampai detik ini kita perjuangkan mengingat guru kita yang masih sangat kurang banyak, kurang lebih 3.000 guru di sekolah Kota Bekasi yang kami butuhkan," jelasnya.
Wildan juga mendesak Pemkot mempercepat upaya penyelesaian masalah ini.
"Kami juga menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan kekurangan guru di SD dan SMP negeri yang jumlahnya mencapai ribuan," desaknya.
Ia berharap percepatan pemenuhan guru dapat terwujud melalui kolaborasi bersama Pemkot Bekasi.
"Semoga sinergitas eksekutif dan legislatif terus menguat demi terwujudnya Kota Bekasi yang nyaman kotanya sejahtera warganya," harapnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong juga menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis guru.
Ia menyebut jumlah kekurangan guru diperkirakan akan terus bertambah.
"Menurut data saat ini menunjukkan Kota Bekasi kekurangan tenaga pendidik sekitar 1.400, dan diproyeksikan melonjak menjadi 2.400 guru pada 2026 seiring dengan adanya tenaga pendidik yang memasuki masa purna bakti," kata Ahmadi, Rabu (26/11/2025).
| Rotasi Jabatan Kabag Umum di Sekretariat DPRD Kota Bekasi |
|
|---|
| Survei Kepuasan Triwulan IV Tahun 2025, Sekretariat DPRD Kota Bekasi Raih Penilaian Sangat Baik |
|
|---|
| DPRD Kota Bekasi Targetkan 2026 Hadir Perwal untuk Atasi Penahanan Ijazah di Sekolah |
|
|---|
| Kasus Bullying Naik 20 Persen DPRD Bekasi Minta Semua Pihak Bergerak |
|
|---|
| DPRD Bekasi Ingatkan Digitalisasi Pendidikan Jangan Cuma Seremoni Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Komisi-IV-DPRD-Kota-Bekasi-Wildan-Fathurrahman-ruang-kerjanya.jpg)