Daftar 10 Menteri yang Dianggap Berpeluang Terdepak di Tengah Isu Reshuffle Kabinet
Reshuffle kabinet diisukan menguat pada akhir Januari hingga awal Februari 2026.
Ringkasan Berita:
- Isu reshuffle kabinet menguat akhir Januari hingga awal Februari 2026 seiring rendahnya kinerja sejumlah menteri, keluarnya Thomas Djiwandono dari kabinet, serta rumor Menlu Sugiono menjadi menteri koordinator.
- CELIOS merilis 10 pejabat yang dinilai berkinerja minus dan berpeluang diganti, termasuk Bahlil Lahadalia, Zulkifli Hasan hingga Nusron Wahid.
- Pengamat menilai reshuffle harus berbasis kinerja, integritas, dan kompetensi, karena perombakan yang hanya bersifat kompromi politik.
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Reshuffle kabinet diisukan menguat pada akhir Januari hingga awal Februari 2026.
Reshuffle disebut menguat karena rendahnya kinerja beberapa menteri yang dianggap kurang memiliki performa.
Selain itu pintu masuk reshuffle kabinet juga semakin menguat setelah keluarnya Thomas Djiwandono dari kabinet Prabowo-Gibran setelah terpilih jadi deputi Gubernur Bang Indonesia.
Selain itu kabar Menteri Luar Negeri Sugiono yang dirumorkan menjadi Menteri Koordinator juga disebut semakin menguatkan isu reshuffle kabinet jilid keempat.
Tidak hanya satu nama, ada 10 nama yang disebut pantas untuk diganti oleh pejabat baru.
Nama itu dianggap pantas diganti karena memiliki nilai yang dianggap buruk dan di bawah performa yang layak.
Daftar 10 Menteri yang Disebut Berpeluang Lengser
Berdasarkan rilis CELIOS, berikut sepuluh nama pejabat yang dinilai memiliki kinerja minus dan kerap disebut dalam wacana reshuffle kabinet:
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
- Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko
- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
- Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid
“Ke-10 nama itu dinilai minus oleh CELIOS, dengan nilai terendah diperoleh Bahlil. Sebagian besar juga memang sering disorot publik dan pengamat,” kata pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga
Reshuffle Dinilai Harus Lepas dari Kepentingan Politik
Jamiluddin menegaskan, reshuffle idealnya dilakukan berdasarkan kinerja, integritas, dan kompetensi, bukan karena pertimbangan kedekatan politik ataupun pembagian kekuasaan di internal koalisi.
Ia menilai Presiden Prabowo tidak perlu ragu mengganti menteri yang juga memiliki posisi strategis di partai politik.
“Tidak ada alasan takut mereshuffle menteri yang juga ketua umum partai, seperti Bahlil atau Zulkifli Hasan. Termasuk menteri yang berasal dari partai yang sama dengan Presiden,” ujarnya.
Dampak Reshuffle terhadap Kinerja Kabinet
Menurut Jamiluddin, reshuffle yang berbasis evaluasi objektif akan berdampak langsung pada efektivitas kerja kabinet.
Sebaliknya, jika perombakan hanya bersifat kompromi politik, reshuffle dinilai tidak akan membawa perubahan berarti bagi masyarakat.
“Kalau hanya tambal sulam, reshuffle tidak akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. Padahal publik menunggu langkah yang benar-benar pro rakyat,” ucapnya.
Awal Munculnya Spekulasi Perombakan Kabinet
Thomas Djiwandono
Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
reshuffle kabinet
Menteri Luar Negeri Sugiono
| Prabowo Lantik Eks Napi Mohammad Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup |
|
|---|
| Reshuffle Kabinet, Ini 6 Pejabat yang Dilantik Prabowo di Istana Negara |
|
|---|
| 7 Tokoh Datang ke Istana Negara di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Ada Dudung dan Syahganda Nainggolan |
|
|---|
| Profil Jumhur Hidayat, Ketua KSPSI yang Dikabarkan Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup |
|
|---|
| Respons Ketua DPR Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/reshuffle-19-Feb.jpg)