Reformasi Polisi
Komjen Chryshnanda: Transformasi Polri Bukan Sekadar Birokrasi, Tapi Demi Kemanusiaan
Komjen Chryshnanda ungkap transformasi Polri bukan sekadar birokrasi, melainkan demi kemanusiaan, hukum yang adil, dan pelayanan publik.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, Polri mencanangkan agenda besar transformasi dan reformasi menyeluruh.
Tak hanya bicara soal perombakan struktur atau tampilan fisik lembaga, transformasi ini juga menyentuh ranah nilai dan kemanusiaan.
Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, menegaskan perubahan ini bukan sekadar program di atas kertas.
Baca juga: TRAGIS! Pedagang Kerupuk di Serpong Ditusuk Tiga Kali, Gegara Rebutan Lapak Jualan
Baca juga: Nasib Bidan Medan Ditipu Oknum Polisi Brigpol, Hamil 2 Kali dan Dianiaya hingga Opname
Baca juga: Viral Gerakan Anti Tot Tot Wuk Wuk, KSP Muhammad Qodari Ngaku Sudah Lama Tak Pakai Patwal
“Transformasi ini adalah keberanian untuk belajar dari masa lalu, memperbaiki kesalahan, menghadapi tantangan dan harapan masyarakat di masa kini, serta menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Chryshnanda pada Selasa (23/9/2025).
Chryshnanda menekankan bahwa polisi harus mampu menunjukkan kualitas kerja presisi.
Menurutnya, menegakkan hukum tak semata-mata tentang menghukum.
“Menegakkan hukum juga tentang membangun peradaban dan menyelesaikan konflik secara beradab,” ucapnya.
Ia menyebut, transformasi Polri akan menjadi jalan untuk memperbaiki kualitas pemolisian agar lebih dekat dengan masyarakat.
Peran Vital Polisi
Tak hanya itu, Chryshnanda mengingatkan bahwa polisi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial.
Polisi diharapkan mampu mencegah konflik agar tidak meluas, sekaligus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang mencari keadilan.
“Transformasi Polri juga bagian dari pembangunan budaya tertib dan kepastian hukum di Indonesia. Dengan begitu, Polri diharapkan semakin profesional, humanis, dan mampu menjawab tuntutan zaman,” jelasnya.
Lebih jauh, Chryshnanda menegaskan bahwa transformasi Polri sesungguhnya menyentuh dimensi kemanusiaan.
“Ini bukan hanya soal birokrasi, tapi soal moralitas, keterbukaan, dan bagaimana polisi hadir untuk melayani manusia dengan hati,” tuturnya.
Dengan begitu, reformasi Polri bukan sekadar slogan, melainkan jalan panjang menuju lembaga yang dipercaya publik, tegak di atas hukum, dan berpihak pada kemanusiaan.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
| Komisi Reformasi Polri Buka Aspirasi Publik, Ini Nomor WA dan Emailnya |
|
|---|
| Audiensi Komisi Reformasi Polri di PTIK Ricuh, Roy Suryo hingga Rismon Walk Out Usai Dilarang Bicara |
|
|---|
| Guru Besar UI Ingatkan Tugas Utama Polri Adalah Melayani dan Melindungi |
|
|---|
| Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri, Ini Susunan Lengkap Perwira Tinggi dan Menengah |
|
|---|
| Bentuk Tim Reformasi Polri, Apa yang Lebih Dahulu Ingin Dibenahi? Ini Penjelasan Kapolri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Komjen-Chryshnanda-Dwilaksana-berbicara-soal-agenda-transformasi-Polri.jpg)