Kamis, 4 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Keracunan MBG

Menu Ikan Hiu di MBG Kalbar Tuai Polemik, BGN Beri Penjelasan

Kasus keracunan 24 siswa SD di Ketapang diduga akibat menu ikan hiu. BGN sebut menu disesuaikan kearifan lokal.

Tayang:
Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews.com/Rina Ayu
MENU IKAN HIU - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar) yang berupa ikan hiu. Wakil Kepala BGN Nanik S. Dayang mengatakan, dalam pelaksanaan MBG ini pihaknya berupaya menyesuaikan menu dengan kearifan lokal. Hal itu disampaikan dia saat ditemui di Cibubur, Jawa Barat , Kamis (25/9/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, KALBAR – Menu makan bergizi gratis (MBG) di Kalimantan Barat mendadak jadi sorotan usai kasus puluhan siswa SD keracunan diduga akibat olahan ikan hiu.

Publik pun bertanya-tanya, mengapa ikan yang jarang tersaji di meja makan anak-anak justru masuk dalam menu sekolah?

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Dayang, menegaskan menu ikan hiu disajikan dengan pertimbangan kearifan lokal.

Baca juga: Qodari Jadi Kepala KSP, Rocky Gerung Sebut Prabowo Ngaco, Mahfud MD Ikut Berikan Sindiran

Baca juga: Trump Puji Aksi Gebrak Meja Prabowo di PBB: “You Did a Great Job”

Baca juga: 5.000 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, DPR Desak Evaluasi Total MBG

“Ikan hiu goreng itu lazim dikonsumsi warga di Ketapang. Jadi kami menyesuaikan menu MBG dengan budaya makan setempat,” jelas Nanik saat ditemui di Cibubur, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, menu ikan hiu baru dua kali diberikan di sekolah penerima manfaat MBG. Harga daging hiu di daerah itu juga jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta.

Namun Nanik menekankan, jika terbukti ikan hiu menjadi penyebab keracunan, maka menu tersebut tidak akan lagi digunakan.

“Sekalipun banyak dan mudah didapat, bahan yang teridentifikasi jadi penyebab keracunan tidak akan kami pakai lagi,” tegasnya.

24 Siswa dan Guru Keracunan

Kasus keracunan terjadi pada Selasa (23/9/2025) di SDN 12 Benua Kayong, Ketapang. Sebanyak 25 orang terdiri dari 24 siswa dan seorang guru mengalami gejala seperti muntah, mual, demam, hingga sakit perut.

Menu yang disajikan kala itu berupa nasi putih, filet ikan hiu saus tomat, tahu goreng, oseng kol wortel, serta buah melon.

Sejumlah orang tua mengaku kaget mendengar menu ikan hiu disajikan untuk anak-anak. “Kami jarang sekali makan ikan hiu di rumah. Rasanya juga agak keras, apalagi buat anak kecil,” kata Sulastri, salah satu wali murid.

Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, tidak menampik adanya kesalahan dari pihak dapur penyedia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulia Kerta.

“Soal menu ikan hiu, itu murni keteledoran dari SPPG kami. Mereka kurang teliti memilih menu. Ikan itu dibeli dari pelelangan ikan lokal di Rangga Sentap,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Agus menegaskan ikan hiu bukan pilihan tepat untuk menu sekolah. Selain jarang dikonsumsi anak-anak, ada risiko kandungan zat berbahaya pada daging hiu.

Jika terbukti menjadi penyebab keracunan, dapur SPPG Mulia Kerta dipastikan akan ditutup permanen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved