Kebakaran Pemukiman
Kesaksian Noviani, Api Balik Arah dan Ludeskan Rumah Serta Musala Keluarga
Kesaksian Noviani soal kebakaran Tamansari, rumah dan musala keluarganya ludes terbakar, bayi tiga bulannya ikut mengungsi.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Sambil menggendong bayinya yang baru berusia tiga bulan, Noviani (39) menatap kosong ke arah puing-puing rumahnya di Gang Langgar, Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat.
Suaranya lirih ketika menceritakan detik-detik kebakaran hebat pada Minggu (28/9/2025) siang, yang melalap habis ratusan rumah termasuk musala kecil yang baru sebulan berdiri.
Baca juga: Resmi, Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia, Tokoh Dunia Ikut Gabung
Baca juga: Kasus Keracunan MBG, Ahli WHO Ungkap Dua Bakteri Berbahaya dari Daging dan Nasi
Baca juga: Heboh Kepala Sekolah di Pandeglang Karaoke Bareng Guru Sambil Berpelukan
Menurut kesaksian Novi, api bermula dari korsleting listrik di sebuah rumah yang juga menjual alat tulis kantor. Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat merambat ke bangunan semi permanen di sekitarnya.
“Awalnya saya kira rumah saya aman karena jauh, sekitar 500 meter dari titik api. Saya malah bantu warga yang rumahnya terbakar,” tutur Novi di posko pengungsian, Selasa (30/9/2025).
Namun, angin membawa api berbalik arah. Dalam hitungan menit, rumah yang dihuni 13 kepala keluarga, termasuk keluarganya, ikut ludes terbakar.
“Apinya lewat belakang, mutar, terus langsung nyambar rumah saya. Enggak sempat selamatin apa-apa, cuma surat rumah saja,” ucapnya.
Novi mengaku mendengar suara ledakan dari berbagai arah. Situasi makin kacau ketika sejumlah warga menyebut terjadi penjarahan di sebuah konter handphone sebelum api meludeskan bangunan tersebut.
“Entah benar dijarah atau enggak, tapi barang-barang banyak yang hilang. Konternya habis terbakar, termasuk bengkel motor di sebelahnya,” katanya.
Di tengah kepanikan, Novi hanya bisa memeluk bayinya sambil berlari menyelamatkan diri. Putra sulungnya yang sedang sakit juga harus segera dievakuasi.
“Bawa diri aja susah, apalagi bawa barang,” ujarnya.
Yang membuat hati Novi paling perih adalah musala keluarga yang baru selesai dibangun. Musala itu didirikan di atas tanah keluarga besar untuk tempat ibadah 13 KK yang tinggal bersama.
“Baru sebulan selesai. Rencananya mau selametan pas 100 harian almarhum kakak, tapi keburu kebakar,” ucap Novi menahan tangis.
Hidup di Pengungsian
Sejak Senin (29/9/2025), Novi bersama suami dan tiga anaknya tinggal di tenda pengungsian di Jalan Ibrahim, Tamansari. Ia hanya tidur beralaskan matras tipis tanpa selimut maupun bantal.
“Kalau makanan cukup, enggak pernah putus. Tapi bayi saya belum dapat perlengkapan, masih butuh sabun bayi, popok, dan pampers,” katanya.
| Kabel Sutet Putus Picu 40 Rumah Terbakar, PLN Akhirnya Bersuara |
|
|---|
| Diduga Kabel SUTET Jatuh ke Pemukiman, 95 Warga Terdampak Kebakaran di Palmerah |
|
|---|
| Rumah di Asrama Polri Kramat Jati Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik |
|
|---|
| Api Lahap Gudang Dekorasi Milik Haji Wawan di Jaktim, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 1,7 Miliar |
|
|---|
| Tiga Rumah di Tamansari Ludes saat Hujan Deras, Diduga Disambar Petir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Noviani-39-warga-Tangki-Tamansari-Jakarta-Barat-menceritakan-kebakaran.jpg)