Minggu, 26 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kasus Penganiayaan

Hendak Liput MBG, Dua Wartawan Dianiaya oleh Pekerja SPPG Pasar Rebo

Dua wartawan dianiaya oknum pegawai SPPG Gedong 2 saat liputan dugaan keracunan MBG di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Miftahul Munir
PENGANIAYAAN WARTAWAN – Seorang oknum pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur menganiaya dua wartawan dari Wartakotalive.com dan MNCTV yang tengah melaksanakan tugasnya, Selasa (30/9/2025) siang. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Niat dua wartawan meliput dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, berakhir dengan insiden yang tak terduga.

Miftahul Munir, wartawan Wartakotalive.com, dan Rizki Fahluvi dari MNCTV, justru mendapat perlakuan kasar dari seorang oknum pekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2 pada Selasa (30/9/2025) siang.

Padahal, keduanya tengah menjalankan tugas jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Baca juga: Resmi, Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia, Tokoh Dunia Ikut Gabung

Baca juga: Kasus Keracunan MBG, Ahli WHO Ungkap Dua Bakteri Berbahaya dari Daging dan Nasi

Baca juga: Heboh Kepala Sekolah di Pandeglang Karaoke Bareng Guru Sambil Berpelukan

Menurut Munir, awalnya para wartawan mencoba mencari tahu lokasi dapur SPPG Gedong 2 yang menyediakan menu MBG untuk SDN 01 Gedong.

Dapur inilah yang tengah jadi sorotan lantaran 20 siswa diduga keracunan usai menyantap makanan tersebut.

Saat wartawan mengambil gambar di luar area, seorang pegawai SPPG menghampiri dengan nada marah.

“Enggak lama saya lihat mobil SPPG datang. Saya ambil video, lalu bapak itu langsung melarang. Padahal saya bilang ini area publik, di luar pagar SPPG,” ujar Munir.

Ketegangan berlanjut ketika keduanya berusaha meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.20 WIB. 

Tiba-tiba, pegawai tersebut kembali mengadang dan diduga langsung mencekik Munir. Rekannya dari MNCTV bahkan nyaris dipukul.

“Pas sudah dijelasin, saya mau pergi ke SPPG Gedong 1, tapi bapak itu kepalkan tangan mau pukul saya. Tiba-tiba dia malah cekik saya,” tambah Munir.

Munir menegaskan dirinya hanya menjalankan tugas jurnalistik.

“Saya semata-mata mencari berita. Tidak ada niat menyerang siapa pun atau melanggar kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Atas kejadian itu, Munir langsung melapor ke kepolisian. Visum juga sudah dilakukan untuk memperkuat laporan dugaan tindak kekerasan tersebut.

Respons BGN

Secara terpisah, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menerangkan, wartawan harus mematuhi prosedur yang ada saat melakukan kunjungan ke SPPG.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved