Berita Nasional

BNPT Pindahkan 33 Napiter dari Rutan Polda Metro Jaya dan Cikeas ke Sejumlah Lapas

Setelah menjalani deradikalisasi, BNPT akhirnya mengirim 33 napi teroris (napiter) ke lapas lain sebagai masa adaptasi dan sosialisasi.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
BNPT mengirim 33 napiter ke sejumlah lapas setelah menjalani masa deradikalisasi. 

"Yang jelas mereka tidak boleh membawa senjata tajam dan barang-barang yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," imbuhnya.

Program pemindahan napiter ini adalah salah satu program deradikalisasi dari BNPT.

Baca juga: Kelompok Pembantai 4 Anggota TNI AD di Maybrat Papua Dikabarkan Ditangkap di Kawasan Hutan

Nantinya, mereka akan menjalani program deradikalisasi sehingga akan setia kembali kepada NKRI.

"Sehingga deintifikasi dan penilaian kemudian rehabilitasi, reedukasi hingga sampai nantinya ketika di lapas mereka akan dikenakan tahapan deradikalisasi adalah reintegrasi sosial, di mana mereka akan kembali ke masyarakat dan diterima di masyarakat. Sehingga Insyaallah kami berkeyakinan bahwa mereka akan bisa jadi baik dan kembali ke pangkuan NKRI," katanya.

Sebelumnya, PT Kimia Farma Tbk membenarkan jika salah satu karyawannya sempat diamankan Tim Densus 88 Antiteror di Bekasi Utara pada Jumat (10/9) beberapa hari lalu.

Saat ini karyawan tersebut telah dijatuhi sanksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo.

Ia mengatakan salah satu terduga teroris dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial S yang diamankan Densus 88 adalah karyawannya.

"Dari hasil penelurusan, salah satu terduga berinisial S merupakan karyawan Kimia Farma," kata Verdi dalam keterangannya, Minggu (12/9/2021).

Pihaknya mengaku tidak mentoleransi aksi radikalisme dan terorisme dalam bentuk apapun.

Termasuk di internal perusahaan sehingga mendukung aparat dalam memerangi tindakan tidak terpuji tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan langsung melakukan penelurusan untuk memastikan informasi tersebut.

Dari hasil penelurusan, jika memang salah satu terduga teroris tersebut merupakan karyawan Kimia Farma.

Baca juga: Raih Penghargaan Festival Film Locarno, Ratu Felisha Tak Mau Sombong

"Karyawan yang ditangkap tersebut, saat ini perusahaan sudah memberlakukan skorsing dan pembebasan tugas sementara waktu selama menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib terhitung sejak 10 September," katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved